banner 728x90

Pendukung Ratno Datangi DPRD

banner 468x60

*Minta Diizinkan Menjalanan Tugas Panitia Kompensasi KIP

banner 300x250

belitongekspres.co.id, SUNGAILIAT – Setelah massa kontra hasil pemilihan panitia kompensasi KIP di Sungailiat mendatangi DPRD Bangka, Senin (11/9) lalu, giliran massa pro hasil pemilihan panitia mendatangi mahligai dewan, Selasa (12/9). Kedatangan warga berjumlah 80 orang termasuk ketua Panitia Kompensasi terpilih Ratno Daeng Mapiwali meminta wakil rakyat mendukung dan merestui pihaknya beraktivitas.

Hafan salah satu warga sekaligus ketua RT di Nelayan 2 mengungkapkan, kedatangan pihaknya guna meminta kejelasan tentang penghalangan kegiatan bongkar muat timah pada Selasa pagi kemarin. Pihaknya klaim, sebagai pengurus yang terpilih memiliki hak untuk melakukan pembongkaran sehingga tidak seharusnya dihalang-halangi.
“Kita kan sudah mutlak menang, kenapa dihalang-halangi, makanya kami datang ke sini. Kita terpilih dari masyarakat nelayan murni, nelayan memilih kita,” kata Hafan.

Persoalan adanya beberapa warga tidak setuju pihaknya menyatakan tidak tahu menahu akan hal itu. Pihaknya melihat yang tidak setuju itu hanya sebagian kecil dari warga. Dalam pembongkaran yang dihalangi, Hafan didampingi rekan-rekannya menyatakan panitia lama lah tidak memberi izin pembongkaran.

Kita sampaikan ke sini supaya kita jangan dihalangi untuk bongkar, karena kita sudah menang dalam pemilihan panitia dan disahkan di camat. Giliran kita bongkar hari ini (kemaren) kok dihalangi, makanya kami datang untuk menanyakan, dimana kesalahan kami,” tukasnya.

Akibat gagal bongkar muat, nelayan merasa dirugikan yang mana telah disiapkan juga bekal untuk parah butuh berupa nasi bungkus namun akhirnya menjadi sia-sia.

“Kita sangat dirugikan, mana kawan-kawan batal ke laut menunggu pembongkaran tiba-tiba dihalangi. Bukan kedepan lagi, besok kami mau bongkar, setuju tidak setuju kami mau bongkar besok. Kalau tidak setuju silahkan ke lapangan, jangan janji-janji terus, kami bosan dengan janji ya,” ujar Hafan dibenarkan rekan-rekannya.

Selain itu pihaknya pun meminta pertanggungjawaban laporan keuangan bendahara panitia lama. Panitia lama yang telah duduk selama 6 tahun sebenarnya sudah sepakat untuk ganti sebagai penyegaran. “Yang kita sesalkan kenapa sudah sepakat pergantian lalu kita menang dan mereka kalah malah jadi mereka tidak terima,” pungkasnya.

Sementara itu di DPRD Bangka tampak perwakilan warga lainnya sedang bertemu dengan pimpinan DPRD Bangka secara tertutup. Hadir juga Camat Sungailiat, perwakilan PT. Timah dan pihak terkait lainnya. Pertemuan masih berlangsung hingga siang dan berdasarkan informasi akan digelar kembali hari ini (Rabu 13/9) dengan melibatkan semua pihak dalam kisruh panitia kompensasi KIP.(trh)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: