banner 728x90

PENGARUH TEKNOLOGI DI PERPUSTAKAAN

banner 468x60

Oleh : SRI YULIANI,S.Pd
(Guru Bahasa Indonesia SMA N 1 Manggar)

Pendidikan merupakan akar dari peradaban sebuah bangsa yang telah menjadi kebutuhan pokok yang harus dimliki oleh setiap orang agar bisa menjawab tantangan kehidupan. Salah satu cara memperoleh pendidikan melalui perpustakaan yang merupakan sumber berbagai informasi yang kita butuhkan.
Bagi masyarakat modern, pengetahuan sudah jadi kebutuhan primer. Teknologi saat ini bisa menjawab kebutuhan itu. Ia bisa menyediakan jutaan informasi secara instan dan mudah. Namun, kemudahan mendapatkan informasi harus didukung oleh penyaring yang tepat. Di sinilah perpustakaan sebagai pusat informasi harus ikut berperan aktif.
Perpustakaan itu sendiri mencakup suatu ruangan, bagian dari gedung/ bangunan atau gedung tersendiri yang berisi buku-buku koleksi, yang diatur dan disusun demikian rupa, sehingga mudah untuk dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pembaca (Sutarno NS, 2006:11).
Secara konkret perpustakaan dapat dikatakan suatu unit kerja dari sebuah lembaga pendidikan ang berupa tempat penyimpanan koleksi buku-buku pustaka untuk menunjang proses pendidikan, untuk mengembangkan informasi dan pengetahuan yang dikelola oleh suatu lembaga pendidikan, sekaligus sebagai sarana edukatif untuk membantu memperlancar cakrawala pendidik dan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar.
Perpustakaan yang berada di sekolah disebut dengan perpustakaan sekolah, dikelola oleh sekolah, dan berfungsi untuk sarana kegiatan belajar mengajar, penelitian sederhana, menyediakan bahan bacaan dan tempat rekreasi. Sehingga menumbuhkembangkan minat baca dan tulis bagi pendidik maupun peserta didik.
Zaman modern ini perpustakaan hanya sebagai tempat berkumpulnya peserta didik untuk mengerjakan tugas, dengan canggihnya teknologi banyak pendidik maupun peserta didik menggunakan internet maupun layanan google yang dianggap membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi. Sehingga tujuan dari perpustakaan itu sendiri agak menyimpang dari penggunaannya.
Menurut Lasa (2007:14) tujuan perpustakaan yaitu :
1.    Menumbuhkembangkan minat baca dan tulis.
Pendidik dan peserta didik dapat memanfaatkan waktu untuk mendapatkan informasi di perpustakaan. Kebiasaan ini mampu menumbuhkan minat baca mereka yang pada akhirnya dapat menimbulkan minat menulis.

banner 300x250

2.    Mengenalkan teknologi informasi.
Perkembangan teknologi informasi harus diikuti pendidik dan peserta didik supaya tidak ketinggalan informasi. Istilah yang sering kita dengar adalah” up date”. Untuk itu perlu proses pengenalan dan penerapan teknologi dari perpustakaan.

3.    Membiasakan akses informasi secara mandiri.
Peserta didik perlu didorong dan diarahkan untuk memiliki rasa percaya diri dan mandiri untuk mengakses informasi. Hanya orang yang percaya diri dan mandirilah yang mampu mencapai kemajuan dalam hidupnya.

4.    Memupuk bakat dan minat.
Perpustakaan juga dapat memupuk bakat dan minat melalui bacaan, tayangan gambar (audio visual) dan musik di dalam perpustakaan, sehingga mampu menumbuhkan bakat dan minat seseorang. Fakta dan sejarah membuktikan bahwa keberhasilan seseorang itu tidak ditentukan oleh nilai akademik yang tinggi melainkan melalui pengembangan bakat dan minat yang ada pada diri sendiri.

Perjalanan perpustakaan sekolah tidaklah semulus yang diharapkan. Ada beberapa hal yang sering menghambat fungsi perpustakaan sekolah. Pertama, terbatas ruang perpustakaan di samping letaknya kurang strategis, ruang perpustakaan yang hanya menempati ruang sempit, dengan tanpa memperhatikan kesehatan dan kenyamanan.
Kesadaran dari pihak sekolah sebagai penyelenggara sangatlah kurang. Perpustakaan hanyalah untuk menyimpan koleksi bahan pustaka saja. Pengunjung tidak merasa nyaman membaca buku di perpustakaan, sehingga perpustakaan dipandang sebagai tempat yang kurang bermanfaat. Dengan melihat keadaan tersebut sepertinya pihak sekolah kurang menyadari tentang pentingnya perpustakaan, yang dianggap keberadaan perpustakaan hanyalah untuk pelengkap saja.
Kedua, keterbatasan bahan pustaka, baik dalam hal jumlah, variasi maupun kualitasnya. Keberadaan bahan-bahan pustaka yang bermutu dan bervariasi sangatlah penting. Dengan banyaknya variasi bahan pustaka, pendidik dan peserta didik akan semakin senang berada di perpustakaan, kegemaran membaca dapat tumbuh dengan baik sehingga kemampuan bahasa siswa dapat berkembang baik dan dapat membantu peserta didik memahami pelajaran-pelajaran lainnya.
Ketiga, terbatasnya jumlah petugas perpustakaan (pustakawan). Banyak perpustakaan sekolah yang tidak ada petugasnya, atau hanya tugas sambilan (bukan petugas tapi hanya mengurus perpustakaan saja), sehingga sering tugas di perpustakaan jadi dikesampingkan dan perpustakaan dianggap kurang bermanfaat. Lebih lagi bertugas di perpustakaan adalah pekerjaan yang sangat menjenuhkan, baik dalam hal pelayanan pengunjung maupun perawatan bahan pustaka yang ada, sehingga dibutuhkan suatu kesabaran yang tinggi.
Aktivitas utama dari perpustakaan itu sendiri adalah menghimpun informasi dalam bentuk berbagai bentuk atau format untuk pelestarian bahan pustaka dan sumber informasi, sumber ilmu pengetahuan dan lainnya. Pendidik maupun peserta didik dapat menghimpun berbagai sumber  informasi yang dibutuhkan, mengolahnya dan memprosesnya baik sebagai tulisan maupun bacaan. Sehingga tercapai tujuan dari perpustakaan itu sendiri yaitu untuk menciptakan masyarakat terpelajar dan terdidik, terbiasa membaca, berbudaya tinggi serta mendorong terciptanya pendidikan sepanjang hayat (long life education).
Selain itu juga adanya sarana atau wahana untuk melestarikan hasil budaya manusia (ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya), sehingga perpustakaan digunakan sebagai agen perubahan (agent of changes) dan agen kebudayaan serta pusat informasi dan sumber belajar mengenai masa lalu, sekarang, dan masa yang akan datang. (**)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: