banner 728x90

Pengaspalan di Belitung Pakai Mesin Canggih

banner 468x60

*Didatangkan dari Cina untuk Berikan Contoh Terbaik

 

foto A- 2jalan aspal (3) - Copy

Truk yang khusus mengangkut bubur aspal dingin sekaligus diaplikasikan di jalan.

TANJUNGPANDAN-Pemeliharaan (maintenance) jalan-jalan di Pulau Belitung kini sudah menerapkan teknologi modern dengan mesin canggih. Salah satu yang sedang berjalan adalah pemeliharan jalan sepanjang Jalan Tanjungpandan-Tanjung Kelayang hingga KM 16 dengan menggunakan Bubur Aspal  Emulsi (Slurry Seal). Dengan mesin berupa truk yang didesain khusus itu, kini pemeliharaan jalan jadi lebih hemat dibanding metode lain yang selama ini ada di Indonesia dan digunakan oleh Jasa Marga.

banner 300x250

Teknisi Senior dari Kontraktor PT. SMA, Muhammad Yusuf mengatakan, mesin berteknologi Eropa ini sudah banyak dipakai di negara-negara maju seperti Amerika dan negara-negara maju lainnya.

“Mesin itu mampu membuat lapisan aspal dengan ketebalan hanya 4 hingga 10 milileter (1 sentimeter). Tak seperti yang selama ini hotmix 4-5 sentimeter dan itu lebih mahal,’’ ujar Yusuf didampingi  Pimpro Rolii dan Konsultan proyek Yusrizal.

Mesin pengaspal dengan bubur aspal itu mampu mengaspal hanya dengan ketebalan satu sentimter, bahkan bisa kurang dari itu.  “Jadi, sebelum aspal rusak berat, dan sebelum terjadi intrusi air ke aspal, maka perlunya memperpanjang umur aspal mesin pengaspal  sistem bubur aspal,’’ ungkap Yusuf panjang lebar.

Proyek ini dijalankan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Satker PJN Wilayah II serta Kontraktornya  PT Sinar Matahari Abadi (SMA). Proyek yang bisa dikatakan pilot project di Belitung itu, khusus mendatangkan mesin pengaspal cangggih dari Cina.
Pantauan Belitong Ekspres di lokasi terlihat, para pekerja dengan menggunakan truk yang dinamakan penghampar emulsi.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 04 Rolli Ekianto mengatakan, pekerjaan ini dilaksanakan oleh PT SMA sebagai pelaksana pemeliharaan rutin, yang beberapa waktu lalu memenangkan tender tersebut.

“Pembangunan ini menggunakan teknologi canggih yang biasa dipakai di Eropa, Amerika dan Cina. Bahkan, bahannya pun ramah lingkungan yakni menggunakan Bubur Aspal Emulsi (Slurry Seal)  bubur aspal,” ujar

Selain itu, Pihak kontraktor juga mendatangkan ahli-ahli jalan dari luar negeri dan sejumlah kota besar di Indonesia. Di antaranya Direktur Teknis Slurry Michael Tan asal Singapura, Kawaslap PPK 04 Anwar ST dan Yusrizal ST selaku Konsultan Pengawas.

Dijelaskan Rolli, pembangunan (perawatan,red) jalan yang menggunakan teknologi Slurry Seal ini, baru pertama kalinya dilakukan di Pulau Belitung, dan rencana akan dilaksanakan di Kota-kota besar seperti Medan dan Jakarta.

“Tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikan pengaspalan. Sebab dalam beberapa jam, jalan tersebut sudah bisa digunakan. Aspal ini tergolong aspal dingin sehingga tak butuh waktu lama untuk menyesuaikan kondisi sehingga bisa digunakan pengguna jalan,” jelasnya.

Diungkapkan Rolli, perawatan model seperti ini dinilai tidak terlau memakan biaya beasr. Bahkan, hasilnya sangat luar biasa. “Jalan akan menjadi bagus, tidak terlalu licin sehingga aman bagi para pengendara,”pungkasnya.

Sementara itu, Konsultan Pengawas Proyek Yusrizal mengatakan, dirinya menyambut baik dengan adanya teknologi canggih ini. Apalagi, mesin ini impor langsung dari Cina, dan harga perawatan jalan tidak terlalu mahal.

“Pembanggunan jalan ini dilaksanakan awal bulan lalu. Dan rencana, selesai akhir Juni 2016a selesai. Jadi, sebelum lebaran masyarakat Belitung bisa mempunya jalan yang mulus,” ujar Yusrizal.

Dirinya berharap, Pemerintah terus menggunakan teknologi canggih untuk merawat seluruh Jalan yang ada di Kabupaten Belitung. “Sebab, dengan menggunakan teknologi canggih, itu jadi ramah lingkungan dan harganya relatif murah,”pungkasnya. (kin)

“Untuk jalan, tidak perlu harus dalam kondisi rusak parah. Sebelum rusak, kita maintenance atau perawatan dulu. Dengan begitu, biaya perawatan menjadi tak mahal. Jika berlubang sedikit, minimal delapan hingga sepuluh milimeter langsung ditutup,” katanya.

Dengan Bubur Aspal Emulsi (Slurry) ini, cukup kuat dan tahan lama mencakup usia 6 hingga 8 tahun. “Selain biaya relatif lebih murah, juga menghemat pemeliharaan selama lima hingga delapan tahun,” ungkapnya.

Pengalaman sebelumnya, Slurry Seal ini mudah kering. Biasanya hanya butuh waktu satu hingga dua jam untuk mengeringkan aspal itu, sudah bisa digunakan. “Cuaca juga mempengaruhi. Jika kondisinya bagus, kita bisa bolak balik tiga kali untuk mengaspal sehingga pekerjaan cepat selesai,”pungkasnya.(kin/agu)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: