banner 728x90

Pengelola SPBU & Pengerit Mengeluh

Para pengerit yang mengantri pengisian Pertalite dan Pertamax menggunakan jeringen di SPBU Padang Manggar.

*Pasca Aturan Tidak Boleh Pakai Jerigen

MANGGAR – Pengelola SPBU Padang, Kecamatan Manggar, Jumhari mengeluh semenjak Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin tidak boleh dijual dengan jerigen kepada pengecer.

Dampaknya menurut Jumhari, membuat situasi SPBU kacau balau.

“Sekarang kan dak kuang (tidak boleh) pakai derijen, makanya uto (mobil,red) yang ngantri sampai panjang-panjang. jerijen dak diberi, itu dari keputusan Gubernur,” ungkap Mandor sapaan akrabnya kepada Belitong Ekspres, Rabu (9/1) kemarin.

Meskipun kondisi stok dan harga BBM subsidi masih normal, menurut Mandor antrian kendaraan tetap mengular panjang hingga ke jalan raya. “Minyak yang datang normal, premium 2 tangki sehari, 16 ton. Pertalite sehari 10 ton, kadang-kadang sampai 20 ton,” ujar Mandor.

Bukan hanya Mandor, pengecer juga ikut teriak ketika muncul aturan bahwa pengisian bensin tidak boleh menggunakan jerigen. Mereka hanya diperbolehkan pakai jerigen untuk pengisian BBM Pertalite dan Pertamax.

“Pening lah kami, ngantri bensin harus pakai motor. Makanya kami hanya jual bensin dan pertalite setiap hari,” ujar Anto salah satu pengecer BBM kepada Belitong Ekspres.

Sementara itu, untuk BBM non subsidi di SPBU Padang Manggar, ikut mengalami penurunan antara Rp150,- hingga Rp 550, – per liter. Pertamax dari Rp10.600, sekarang menjadi Rp 10.400, turun Rp 200 per liternya.

Pertalite yang kemarin Rp 8000 sekarang menjadi Rp 7.850 per liter, turun Rp150. Solar semula Rp 10.350 sekarang menjadi Rp 9800, turun Rp 550. (mg1)

Related Search

Rate this article!
author

Author: