banner 728x90

Pentas Kolosan Adat Perkawinan Belitong Memukau

*Bupati Berharap Anak Muda Cintai  Kebudayaannya Sendiri

foto A- pentas ada perkawinan belitung...

Pertunjukan kolosal saat Berebut Lawang.

TANJUNGPANDAN- Pertunjukan Kolosal Adat Istiadat Perkawinan Masyarakat Belitung, Sabtu (27/8), malam di Halaman Gedung Nasional, Tanjungpandan, berlangsung cukup memukau. Selain kalangan pendidikan, tak sedikit warga masyarakat ikut menonton pertunjukan yang mengangkat adat istiadat Belitong tersebut. Cuaca yang cukup mendukung, membuat pagelaran berlangsung lancar.

Sebanyak 102 Siswa-Siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Belitung berpartisipasi dalam pementasan ini. Pertunjukan kolosal ini digelar Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Dikbud) dalam Program P3 Wilsen Ke-2 Tahun 2016.

Dalam kesempatan tersebut, Pembimbing Program P3 Wilsen ISI Yogyakarta, Prof. Dr. I Wayan Dana S.ST, M. Hum, menyerahkan simbolik buku kepada Bupati. Buku itu berjudul, “ Potret Sanggar- Sanggar Seni Sebagai Pusat dan Wadah Pengembangan Kesenian Belitung.” Profesor berharap, buku ini bisa menjadi sumber referensi dan mampu mengangkat seni budaya Belitung dalam posisi terbaik.

Dalam sambutannya, Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan, sanggar-sanggar kebudayaan yang ada di Belitung sekarang ini, sudah sangat berkembang dengan baik. “Semoga akan menjadikan anak-anak muda baik itu Putra -Putri daerah kita lebih mencintai Seni dan Budaya yang kita miliki.

Apalagi mereka bisa menggali lebih jauh lagi ke depan. Ssudah pasti akan menunjang sektor patiwisata kita,” pesannya.

Menurut Bupati, adat istiadat perkawinan yang ada di Belitung harus dimaknai lebih jauh. Dengan begitu, generasi muda akan lebih mengetahui kebudayaan yang dimilikinya. Ini tak lepas dari peran serta dari masyarakat yang ada di Kabupaten itu sendiri.

“Kehadiran atau keikutsertaan masyarakat untuk menjaga adat istuiadat perkawinan di Belitung sangat penting. Misalnya berebut lawang, itu harus benar-benar dijaga dan dilestarikan karena bagian dari tradisi yang kita miliki dari orang tua kita terdahulunya,” jelasnya.

Dia menjelaskan adat perkawinan juga memiliki nilai-nilai yang sangat sakral, dimasa yang akan datang dalam membina rumah tangga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah. “Budaya ini wajib kita jaga, karena adat salah satu tatanan kehidupan juga menggatur karakter semuanya, bukan hanya masyarakat tapi kita sendiri, itukan ada pepatah kalau pepatah orang tua kita dulunya,” ujarnya.

Usai melihat Pertunjukan Adat Istiadat Perkawinan Masyarakat Belitung yang digelar ISI Yogyakarta dan Dikbud Belitung, pria yang akrab disapa Sanem merasa takjub melihat penampilan yang dipertontonkan. ”Bisa kita lihat saat pertunjujkan tadi, kalau dikemas dengan baik budaya yang kita miliki hasilnya sangat luar biasa, ini akan menggairahkan pariwisata ke depannya,” katanya, sambil tersenyum kagum.

Sementara itu, Sekretaris Dikdud Kabupaten Belitung Paryanta mengatakan kegiatan ini akan memberikan warna dalam kehidupan anak-anak melalui Seni dan Dudaya yang dimiliki. “Semoga Siswa/i kita bisa mengalinya lebih jauh, karena selama ini pendidikan hanya peningkatan mutu akademis. Tapi tidak memilki kemampuan yang multi, harus seimbang untuk mengasah karakter atau jiwa anak-anak kita,” jelasnya.

Dia menambahkan, nanti secara tidak langsung akan mendorong sektor pariwisata, karena telah diimbangi dengan sen,i sehingga wisatawan bisa menikmati kunjungan wisata di Kabupaten Belitung. “Dengan adanya Seni dan Budaya Wisatawan akan mereasa lebih betah untuk tinggal lebih lama,”ujarnya. (mg2)

Related Search

Tags:
author

Author: