banner 728x90

Pentingnya Kembalikan Mental Generasi Muda

//Kesbangpol Gagas Program PPWK

MANGGAR – Zaman era keterbukaan seperti sekarang ini memiliki sejumlah tantangan berat. Salah satunya, pengaruh teknologi digital terhadap tumbuh kembang generasi muda. Arus informasi sulit dibendung dan seringkali menjadi acuan nilai hidup remaja masa kini.

Menyadari pentingnya mengembalikan mental generasi muda pada sikap nasionalisme dan nilai kebangsaan maka Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menggagas program pengembangan wawasan kebangsaan, pembinaan pusat pendidikan wawasan kebangsaan (PPWK) sebagai salat satu buat menularkan rasa nasionalisme kepada generasi muda.

“Maka dari itu kami melakukan ini, sebab generasi muda sekarang ini kurang antusias terhadap itu. Jadi perlu ditularkan kembali nilai-nilai kebangsaan, kekhawatiran nya ada disitu,” ungkap Kepala Kesbangpol Belim Yusmawandi kepada wartawan Rabu (9/5) lalu.

Ia mencontohkan, sekarang ini banyak pelajar yang dinilai kurang mengetahui dan hafal terhadap berbagai lagu nasional. Selain itu, kepedulian generasi muda tentang peringatan HUT Republik Indonesia sudah menurun.

“Nah ini harus kita ingatkan kembali generasi muda, agar mereka konsisten terhadap nilai pribadi masing-masing. Terutama para pelajar, mereka harus memiliki jiwa nasionalisme terhadap pancasila, dan UUD 1945, NKRI maupun kebinekaan,” ucapnya.

Sebelumnya program PPWK ini, telah terlaksana di Ballroom Hotel Andini Kecamatan Manggar. Ada puluhan pelajar dan unsur generasi muda dari kalangan karang taruna mengikuti kegiatan wawasan kebangsaan tersebut. Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Beltim melalui Asisten III Setda Pemkab Beltim Zuryanti.

Hadir pada acara tersebut, Danramil 0414 – 02 Manggar Mayor Inf Tri Joyo, perwira penghubung (Pabung) HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan Lettu Junaidi. Kegiatan ini terlaksana, sekaligus realisasi Permendagri nomor 71 tahun 2012 tentang kependudukan dan wawasan kebangsaan. Pada kesempatan itu Danramil Manggar ikut memberikan materi wawasan kebangsaan.

“Nah kami ini sudah yang ketiga kali melaksanakan kegiatan seperti ini, dan ini instruksi dari pusat. Output nya ini, mereka sebagai duta pelajar, dan karang taruna, nantinya harus bisa sosialisasikan kembali kepada masyarakat tentang pentingnya wawasan kebangsaan,” ujarnya.

Sementara Bupati Beltim Yuslih Ihza melalui Asisten III Setda Beltim Zuryanti mengatakan, tidak memungkiri bahwa era globalisasi saat ini sangat memberikan kemudahan buat mengakses segala informasi yang dibutuhkan. Namun kemudahan itu diibaratkan seperti pisau bermata dua.

“Yakni kemudahan memperoleh informasi yang dibutuhkan, tapi disisi lain nilai-nilai budaya asing tidak sejalan dengan nilai-nilai luhur budaya bangsa, dan dapat dengan mudah masuk serta bercampur dengan nilai-nilai budaya Indonesia,” kata dia.

Nilai seperti itu, kata dia, tentunya masuk melalui para pemuda bangsa atau generasi muda. Ini sering dijumpai dan sudah menjadi isu globalisasi demokratisasi. Sehingga diharapkan, kepada seluruh elemen masyarakat agar dapat hadir buat selalu mempertahankan ideologi bangsa dan cinta tanah air.

“Termasuk juga harus memperdalam wawasan kebangsaan. Sehingga sikap toleransi antara seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan kehidupan masyarakat Belitung Timur yang rukun damai dan harmonis tetap terjaga,” pungkasnya. (msi)

Related Search

Tags:
author

Author: