banner 728x90

Penyelamatan Musibah Laut Terkendala BBM

banner 468x60

 

MANGGAR – Penyelamatan musibah di laut terkendala kesiapan Bahan Bakar Minyak (BBM). Sedangkan jatah pasokan BBM yang diberikan untuk tim pencarian, dibatasi karena tanpa penganggaran yang terencana dengan baik dan cenderung minim dana.
Dengan wilayah laut yang luas, Kabupaten Beltim memerlukan ketersediaan BBM yang harus cukup pula. Pembatasan BBM akan menyulitkan upaya pencarian dan penyelamatan saat terjadi musibah di laut.
Koordinator Tagana Beltim Mahroni Hidayat menjelaskan bahwa mereka kesulitan melakukan pencarian ketika jarak tempuh dan titik koordinat nelayan tidak diketahui pasti. Ia mencontohkan, laporan kehilangan nelayan saat melaut seringkali tanpa mengetahui titik lokasi nelayan yang dinyatakan hilang.
“Dari pengalaman kami, bila ada nelayan hilang dan kami tanyakan dimana biasa melaut pihak keluarga terdekat tidak tahu pasti. Kalau mereka tahu, mungkin kita jadi ada patokan tujuan pencariannya,” ujarnya.
Menurut pria yang akrab disapa Dayat itu, akibatnya jumlah kebutuhan BBM tidak dapat diperkirakan. Akibatnya, setiap kali ada upaya pencarian nelayan hilang atau musibah harus disibukkan dengan mencari BBM.
Karenanya ia berharap, pemerintah daerah menampung aspirasi tersebut dengan cara menambah kuota BBM dan mempercepat pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar teranggarkan secara jelas.
“Kalau masalah alat dan SDM kita tidak ada masalah. Hanya BBM lah yang jadi kendala. Kalau titik pencarian bisa diperkirakan tidak ada masalah paling hanya beberapa ratus liter dan masih kita bisa penuhi. Nah kalau harus menyediakan dalam jumlah ton, kita kesulitan,” jelas Dayat.
Dijelaskan Dayat, saat ini memang tim penyelamat sedikit terbantu dengan keterpaduan semua pihak. Diantaranya, Basarnas, RAPI dan Tagana sendiri. RAPI misalnya, membantu komunikasi antar nelayan dengan mempergunakan frekuensi RAPI sebagai komunikasi di laut.
“Kita sudah bekerjasama dengan RAPI dan perahu nelayan boat rata-rata sudah dilengkapi dengan radio. Jadi mereka dapat segera berkirim kabar jika sewaktu-waktu ada kejadian nelayan hilang di laut. Ini juga memudahkan kita mendatangi titik lokasi pencarian atau lokasi terakhir saat dinyatakan hilang,” kata Dayat.
Sedangkan Basarnas, membantu tim pencarian karena memiliki peralatan yang memadai untuk menangani musibah dilaut. “Dukungan dari Polair dan Pos Angkatan Laut juga sangat membantu. Secara bersama-sama mendukung upaya pencarian ketika mendapatkan kabar musibah di laut,” tukasnya. (msi)

banner 300x250

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: