banner 728x90

PERAN PENDIDIKAN DALAM MENYONGSONG ERA REVOLUSI 4.0

Oleh Kamirin, M.Pd.T
Guru SMP Negeri 10 Pangkalpinang

belitongekspres.co.id, Paradigma baru reformasi pendidikan nasional yang berdasarkan kebudayaan nasional, harus dituangkan dalam bentuk visi dan misi serta program pendidikan nasional yang selanjutnya penting untuk diaplikasikan dalam berbagai program lembaga kehidupan bermasyarakat termasuk lembaga pendidikan.

Pendidikan harus memiliki kemampuan dalam memaknai aspek operasional teknis yang berbasis pada kebudayaan masyarakat.

Salah satu diantaranya melalui penguatan fungsi lembaga-lembaga pendidikan baik dalam skala nasional, provinsi, kabupaten/kota maupun di pedesaan yang lebih dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Sekolah sebagai lembaga formal memegang peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan proses pendidikan, karena sekolah merupakan suatu lembaga sosial yang telah dipetakan secara sistematis, memiliki tujuan yang jelas, kegiatan-kegiatan yang terjadwal, tenaga-tenaga pengelola yang profesional, dan didukung oleh fasilitas yang terprogram, sehingga tepatlah dijadikan sebagai pusat kebudayaan.

Selanjutnya lembaga pendidikan nonformal (di lingkungan masyarakat), semuanya merupakan satu kesatuan lembaga pendidikan yang tidak boleh dipisahkan.

Keseluruhan lembaga tersebut dipandang sebagai satu kesatuan sistem, bagian dari pranata sosial yang menjadi tumpuan kesinambungan hidup bersama yang diikat oleh nilai-nilai kebudayaan.

Pergerakan arus globalisasi di Indonesia saat ini sudah sangat cepat dan tidak terbendung lagi yang disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih.

Perubahan teknologi dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0, yakni menekankan pada pola ekonomi digital (digital economy).

Kecerdasan Buatan (artificial intelligence), big data, robotic, dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation.

Untuk Menghadapi tantangan tersebut, masyarakat Indonesia harus mampu mempersiapkan segala sesuatunya melalui berbagai inovasi dan kreativitas, termasuk mempersiapkan insan pendidikan yang berkualitas bagi generasi masa depan.

Saat ini kita berada di ambang pintu revolusi teknologi yang secara fundamental akan mengubah cara hidup kita, cara kita bekerja, dan cara kita bersosialisai satu sama lain dalam lingkup domestik maupun mondial.

Pendidikan merupakan salah satu sarana yang paling tepat dan ampuh dalam mempersiapkan insan Indonesia untuk menyongsong revolusi industri 4.0. Melalui pendidikan, masyarakat bisa teredukasi dengan baik., terutama berbagai skill yang diperlukan agar bisa kompetitif menghadapi persaingan yang semakin keras dan tidak menentu.

Ada beberapa komponen yang harus dikedepankan oleh pendidikan dalam mempersiapkan generasi muda yang handal untuk menyongsong revolusi 4.0 tersebut. Pertama; karakter (Character).

Karakter yang harus dipersiapkan oleh generasi ini terbagi menjadi dua, yaitu karakter moral dan karakter kinerja (Anies Baswedan:2016).

Karakter moral adalah sikap yang dimiliki seseorang peserta didik yang berhubungan dengan hati, yaitu iman, jujur dan juga tanggung jawab.

Selanjutnya karakter kinerja, karakter kinerja adalah sikap dan tingkah laku seseorang yang mempunyai kemauan untuk maju, yaitu, kerja keras, ulet, tangguh dan tidak mudah menyerah.

Peserta didik yang sudah dibekali oleh dua karakter tersebut, tentunya akan mempunyai kepribadian yang positif. Hal ini sudah sejalan dengan penerapan kurikulum 2013 yang mengutamakan sikap spiritual dan sikap sosial, namun perlu pendalaman lagi mengenai karakter yang harus dimiliki oleh peserta didik.

Dengan ditumbuhkannya dua karakter ini, tentunya akan menghasilkan peserta didik yang handal yang akan mampu bersaing walaupun dengan gempuran kemajuan teknologi dan perubahan kebudayaan saat ini maupun yang akan datang.

Kedua; Kompetensi (competency). Kompetensi adalah kemampuan yang ada pada diri seseorang untuk menunjukkan dan mengaplikasikan keterampilannya tersebut dalam kehidupan nyata.

Ada banyak kompetensi yang harus disiapkan,oleh insan Indonesia meliputi penguasaan dalam pengetahuan (knowledge), kemampuan-kemampuan (abilities), kecakapan-kecakapan (skills), inovasi tiada henti dan beberapa karakteristik lainnya (faktor-faktor kepribadian, sikap, ketangkasan atau karakteristik fisik dan mental yang di perlukan bagi pekerjaan).

Dengan memiliki kompetensi yang baik, insan pendidikan Indonesia sudah barang tentu akan mampu bersaing dengan berbagai macam tantangan global.

Ketiga; Literasi (Literacy). Literasi adalah suatu bentuk kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menulis, membaca dan menganalisis fenomena sosial dengan ilmu pengetahuan yang mendalam, atau yang lebih umum dikenal dengan keterbukaan wawasan.

Pendapat tersebut juga diperkuat oleh Kemendikbud (2016) yang menyatakan literasi adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan berbicara. L

iterasi harus dilakukan di setiap saat dan dimanapun kita berada, baik itu di lingkungan keluarga, sekolah, maupun lingkungan masyarakat.

Sehingga dapat mengetahui berbagai macam kebutuhan, tantangan dan peluang yang mampu mengantar kita ke jenjang yang lebih baik dan siap dalam menghadapi penomena-penomena alam maupun perubahan budaya yang terjadi.

Untuk mencapai itu semua perlu dukungan pendidik dalam hal ini guru, orangtua, dan masyarakat yang berkolaborasi menjadi satu untuk memotivasi peserta didik dalam mencintai dan menciptakan kegiatan literasi demi terciptanya insan yang berwawasan.

Keempat; adalah Budaya/Pembudayaan (Culture). Pendidikan sudah seharusnya menjadi tameng bagi penguatan kearifan dan budaya masyarakat dalam menjadikan pendidikan sebagai lembaga yang melakukan transformasi dan transmisi budaya.

Fungsi transformasi yang di maksud adalah pendidikan, khususnya tenaga pendidik mampu melakukan proses perubahan ke arah yang lebih baik dan berkembang, baik dari segi pengetahuan sikap atau karakter maupun dari segi ketrampilan dan emosional peserta didik.

Sementara Fungsi transmisi dapat berupa upaya pihak-pihak yang terkait dengan pendidikan, terutama tenaga pendidik, mengantar peserta didiknya untuk selalu mencintai dan mengembangkan dan selanjutnya menginternalisasi budayanya dalam kehidupan sehari- hari.

Oleh karena itu dapat diasumsikan bahwa pendidikan merupakan proses pembudayaan untuk menjadikan manusia lebih baik dan bermakna, sementara itu manusia akan menghasilkan kebudayaan yang baik jika di topang oleh pendidikan yang luas.

Dalam konteks inilah antara pendidikan tidak bisa lepas dari kebudayaan dan kebudayaan tidak lepas dari pendidikan.

Dengan proyeksi pendidikan melalui empat komponen ini, diharapkan insan pendidikan Indonesia mempunyai karakter, kompetensi, literasi dan budaya yang baik serta handal sehingga mampu bersaing dan mempertahankan eksistensinya melalui karya-karya dan inovasi tiada henti.

Yang intinya menjadi tumpuan harapan kemajuan Indonesia dengan masyarakat yang mampu memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa yang akan datang namun tetap menjadi manusia Indonesia yang berkarakter dan berbudaya.

Related Search

Tags:
author

Author: