banner 728x90

Perbup Soal Jam Malam  Remaja Disosialisasikan

//Cegah dan Meminimalisir Potensi Kenakalan Remaja
      MANGGAR – Peraturan Bupati nomor 22 tahun 2018 tentang Jam Malam Remaja yang telah ditetapkan Bupati Beltim telah disosialisasikan. Kemarin (12/7) sosialisasi telah dilaksanakan di aula Negeri Kecamatan Gantung.
“Kita menghadirkan pihak Kecamatan, seluruh perangkat Desa, tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan lain yang dirasa perlu mengetahui keberadaan Perbup tersebut,” ungkap Plt Kabag Hukum Setda Beltim, Della Wahyudi dalam keterangannya kepada Belitong Ekspres, Kamis (12/7) kemarin.
      Dijelaskan Della, Perbup nomor 22 tahun 2018 tentang jam malam remaja telah ditetapkan oleh Bupati Beltim dan telah berlaku sejak diundangkan tanggal 22 Juni 2018. Perbup tersebut merupakan amanat dari Perda Kabupaten Beltim nomor 11 tahun 2017 tentang penanggulangan kenakalan remaja yang terlebih dahulu diundangkan.
      Saat ini tingkat kenalakan remaja sudah mulai dianggap meresahkan, terutama dalam penyalahgunaan obat-obatan sejenis dextro, lem, serta bahan-bahan lain yang berbahaya untuk dijadikan alat yang membuat mabuk,  balap liar di jalan raya, dan lain-lainnya.
      Perbup 22/2018 tentang jam malam remaja bermaksud untuk mengurangi, mencegah, serta meminimalisir potensi kenakalan remaja. Didalam Perbup tersebut batasan remaja adalah anak usia sekolah kelas VII sampai kelas XII, atau usia 13-17 tahun. Serta pelaksanaan jam malam bagi remaja dimulai jam 22.00 WIB sampai dengan 04.00  WIB.
      “Dikecualikan untuk jam malam jika didampingi oleh orang tua, ada kegiatan sekolah misal pramuka, dan kegiatan positif lainnya yang bisa dibuktikan kebenarannya,” jelas Della.
       Pemerintah daerah tentu berharap dengan berlakunya Perbup ini dapat membuat peran serta masyarakat dalam mengawasi serta mencegah remaja untuk melakukan kegiatan negatif dapat diminimalisir. Sehingga membantu pemda dalam pencegahan dan pengawasan terhadap remaja yang ada diwilayah Kabupaten Beltim.
       “Ada sanksi administratif yang dikenakan kepada remaja bahkan orang tua mereka jika telah melanggar dari Perda kenakalan remaja dan atau Perbup jam malam, tetapi sebelum dikenakan sanksi, remaja tersebut diberikan pembinaan secara berjenjang mulai dari tingkat desa, kecamatan, dan terakhir oleh Satpol PP,” bebernya.
      Sosialisasi dijadwalkan bertahap dan dilaksanakan di Kecamatan lainnya di Kabupaten Beltim. Nantinya, para pihak yang dilibatkan dalam sosialisasi akan meneruskan informasi kepada masyarakat lain agar memiliki persepsi sama dalam penerapan Perbup.
       “Pada kesempatan ini di Desa Gantung, Kecamatan Gantung diadakan sosialisasi Perbup jam malam bagi pelajar dengan harapan masyakat Desa Gantung melalui perangkat desa dapat menyebarluaskan informasi ini. Kita ingin diketahui oleh seluruh masyarakat khususnya di wilayah desa Gantung, sehingga tujuan dari ditetapkan Perbup ini dapat tercapai,” tutup Della. (msi)

Related Search

Tags:
author

Author: