banner 728x90

Peredaran Daging Beku Marak di Belitung

*Diduga Ilegal, Matikan Harga Pasaran Pedagang
*Polisi Bentuk Tim untuk Melakukan Pemantauan

harnas.com_daging-beku

ilustrasi daging. Foto : harnas.com

TANJUNGPANDAN – Maraknya peredaran daging beku yang diduga ilegal di sejumlah pasar di Kabupaten Belitung meresahkan para pedagang. Adanya daging beku kiriman dari luar Pulau Belitung ini dikhawatirkan akan mematikan harga pasaran pedagang.

Pasalnya, untuk daging sapi segar asli di pasaran harganya dijual kisaran Rp 100 hingga Rp 120 ribu perkilogram. Sedangkan daging beku asal luar Belitung hanya dijual Rp 80 ribu perkilogram. Sehingga, warga lebih memilih untuk membeli daging beku yang kini beredar di Belitung tersebut.

Rony salah satu penjual daging sapi segar di Pasar Tradisional Tanjungpandan mengaku resah dengan adanya peredaran daging beku itu. Dia meminta kepada instansi terkait untuk melakukan penindakan terhadap peredaran daging-daging beku itu.

“Maksud penindakan itu, coba cek izin angkut dan karangtinanya. Kenapa kok sampai marak di Belitung,” tegas Rony. Sebab, menurut Rony, biasanya pengiriman daging beku di Belitung jumlahnya hanya sedikit. Namun kali ini bisa dikatakan hampir sama dengan daging asli.

Kepala Bidang (Kabid) Ketersidaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung Suparman mengatakan, dirinya sudah mengetahui adanya peredaran daging beku di Belitung.

Menurutnya, lemahnya pengawasan yang dilakukan pihak karantina menjadi faktor utama. Sebab, pedagang dari luar dengan mudahnya mendistribusikan daging beku ke seluruh pelosok wilayah di Kabupaten Belitung.

Dijelaskan Suparman, masuknya daging beku ini kemungkinan melalui truk-truk bermuatan sayur. Sehingga, dari pihaknya sulit untuk melakukan pengawasan peredaran daging beku di Belitung. Meski begitu ia akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai masalah ini. “Kami akan berkoordinasi dengan polisi dalam menangani kasus ini,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Belitung AKBP Sunandar mengatakan, dia akan menindaklanjuti laporan dari masyarakat mengenai masalah ini. Mantan Kasat PJR Polda Bangka Belitung ini meminta kepada para penjual daging illegal agar tidak menjajakan dagangan daging beku itu.

“Intinya, Jangan menari-nari di atas penderitaan orang. Misalnya si A menjual daging beku dan laku keras, sedangkan si B menjual daging biasa tapi tidak laku, itu sangat merugikan,” ungkap Sunandar.

Kata Sunandar, Polres Belitung sudah membentuk tim untuk menangani masalah ketahanan pangan, salah satunya mencakup masalah daging beku itu. “Dalam waktu dekat kita akan turun langsung untuk memantau di lapangan. Jika memang ada indikasi penjualan daging illegal tidak sesuai aturan, maka kita akan tindak tegas,” pungkasnya. (kin)

Related Search

Tags:
author

Author: