banner 728x90

Peringatan HKN Beltim, Pelayanan Sudah Jangkau Lapisan Masyarakat

banner 468x60

MANGGAR – Pelayanan dasar kesehatan di Kabupaten Beltim sudah menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Bahkan masyarakat tidak mampu telah dibiayai dengan BPJS Kesehatan yang didaftarkan oleh Pemerintah daerah.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan dan Pelayanan Keluarga Berencana Kabupaten Beltim Liatim seusai resepsi Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 tingkat Kabupaten Beltim, Senin (13/11) kemarin.
“Pelayanaan sudah menjangkau seluruh masyarakat. Bahkan masyarakat tidak mampu ditanggung BPJS. Artinya semua masyarakat sudah terlayani cuma pelayanan yang perlu kita tingkatkan,” ujar Liatim kepada Belitong Ekspres.
Menurut Liatim, peningkatan dimaksud mengacu pada kemampuan Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menangani pasien tanpa harus memilih opsi rujukan. Hal ini hanya dapat terpenuhi apabila kekurangan-kekurangan di tiap tingkatan dapat dipenuhi.
“Misalnya RSUD, jangan sampai sedikit-sedikit rujuk sehingga ada penumpukan pasien di Jakarta. Kalau disini (RSUD) bisa penanganan kenapa harus dirujuk, ituulah yang kita inginkan kedepannya,” kata Liatim.
Dinas Kesehatan, sebut Liatim tidak pernah tinggal diam atau berhenti meningkatkan pelayanan di Puskesmas dan RSUD. Salah satunya melalui akreditasi seluruh Puskesmas dan RSUD agar mampu melayani pasien yang berada di Kabupaten Beltim.
“Kalau kita sifatnya pelayanan masyarakat, hari ke hari kalau dapat terus meningkatkan mutu pelayanan. Kita punya target dan HKN adalah momentum yang baik, untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat kita,” sebut Liatim.
“Sekarang sedang gencar gencarnya mengakreditasi Puskesmas dan Rumah Sakit. Bahkan kita punya target tahun 2017 Rumah Sakit naik ke tipe C dan untuk Rumah Sakit alhamdulillah sudah terakreditasi,” imbuhnya.
Dijelaskan, proses akreditasi memang tidak gampang. Penilaian dilakukan oleh tim surveyor dengan menetapkan kriteria yang disusun sesuai pencapaian. Hingga saat ini, sudah ada tiga Puskesmas berprestasi dan satu Rumah Sakit.
“Kriteria akreditasi banyak, ada tim yang menilai namanya tim surveyor. Kita sampai tahun 2017 ada tiga Puskesmas yang berprestasi yakni Puskesmas Manggar, Simpang Pesak dan Simpang Renggiang dan RSUD. Intinya peningkatan pelayanan apakah sudah memenuhi standar, karena itu nanti ada tingkatan,” bebernya.
Untuk tingkatan yang diinginkan tentu tingkat paling atas yakni paripurna. Namun setidaknya, dengan perolehan tingkatan madya akan membuat pelayanan kesehatan di Puskesmas dan RSUD semakin baik.
“Akreditasi nanti apakah tingkat dasar, madya, berkembang atau paripurna. Kita kalau sampai madya juga sudah luar biasa seperti Puskesmas Manggar,” harap Liatim.
Ia juga menyatakan, akreditasi meliputi 756 item pemeriksaan oleh tim surveyor. Sebelum dilakukan akreditasi, upaya perbaikan sudah dilakukan enam bulan lebih awal.
“Kita sedang melakukan pembenahan, masyarakat pasti melihat ada kekurangan. Salah satunya SDM di pelosok. Semua kita lakukan pembenahan. Tenaga medis khususnya dokter saja kita belum ideal. Minimal Puskesmas ada 2 dokter kalau kurang pasti kelabakan,” ulasnya. (msi)

banner 300x250

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: