banner 728x90

Perluasan Cetak Sawah Terus Diupayakan

banner 468x60

MANGGAR – Perluasan areal cetak sawah di beberapa wilayah di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) masih terus diupayakan. Meski demikian, dari sekitar 1.000 hektar lahan dibuka baru puluhan hektar yang sudah tertanami pada musim tanam 2016.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Beltim tahun 2015 saja, terdapat luas cetak sawah 745 hektar dan sebanyak 409 hektar pada tahun 2016.

Rincian untuk tahun 2015, ada 363 hektar di Danau Meranteh (Selinsing), 227 hektar di Danau Nujau (Gantung) dan 155 hektar di kawasan Manggarawan Desa Padang. Dari seluas itu, baru sebanyak 22 hektar yang telah tertanami.

banner 300x250

Sedangkan tahun 2016, cetak sawah dilaksanakan di Desa Simpang Pesak seluas 18 hektar dari target 63 hektar, Gantung 147 hektar, Langkang 47 hektar dan Kelubi seluas 15 hektar dari 151 hektar yang direncanakan. Total keseluruhan mencapai 409 hektar.

Kepala Distanhut Beltim, Khaidir Lutfi menjelaskan seluruh lahan yang telah selesai cetak telah dibagikan kepada kelompok tani meskipun belum dapat diolah. Kondisi cuaca yang tidak menentu sangat mempengaruhi musim tanam.

“Saat ini memang terkendala masalah cuaca. Waktu dibuka (cetak sawah) oleh TNI saat kemarau panjang sedangkan sekarang kemarau basah sehingga lahan susah kering,” ungkap Khaidir kepada Belitong Ekspres, saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (4/10) kemarin.

Meski demikian, ia yakin cepat atau lambat lahan sawah tetap akan tertanami padi. Hal terpenting menurut Khaidir adalah memotivasi petani untuk segera memanfaatkan lahan-lahan cetak sawah.

“Sebagai daerah kepulauan kalau bergantung dengan daerah luar (akan) berbahaya. Kalau semua tertanami, saya yakin Beltim akan swasembada beras,” ujar Khaidir.

Sebagai perkiraan, jika Kabupaten Beltim mampu menyiapkan lahan seluas 2.500 hektar dengan dua kali masa tanam setahun akan mencukupi kebutuhan beras.

“Kita (Distanhut, red) pembinaan petani, teknis dan infrastruktur. Penyiapan lahan sudah dibantu TNI di daerah sesuai instruksi panglima. Tinggal bagaimana petani serius menanam padi,” jelas Khaidir.

Khaidir juga menegaskan keberhasilan dalam mencapai swasembada beras tidak akan mudah. Karena lahan yang baru dicetak tidak serta merta mendapat hasil optimal.

“Kalau untuk jadi (Swasembada) butuh waktu lama, kita harus sabar. Ada motivasi yang diberikan kepada petani, dengan ada keseriusan petani berarti akan tercapai. Untuk itu, kita siapkan semuanya. Kita bukan hanya sendiri, karena ada keterlibatan pihak lain. Ada TNI dan terutama Dinas PU Provinsi yang membantu penyiapam irigasi primer agar seluruh lahan dapat ditanami,” tutupnya. (feb)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: