banner 728x90

Permodelan Bintang Remaja, Camat Manggar Didukung EBACOM

Camat Manggar, Amirudin sedang bercengkrama dengan remaja dari EBACOM yang membantunya menyiapkan lokasi kreatifitas remaja melalui permodelan bintang remaja.

MANGGAR – East Belitong Ambasaddor Community (EBACOM) mendukung penuh kegiatan permodelan bintang remaja yang digagas Camat Manggar melalui proyek perubahan Diklatpim II angkatan XX PKP2A I LAN. Langkah awal yang disiapkan EBACOM adalah membantu menata kebersihan di lokasi pemilihan bintang remaja.

“Saat ini pengembangan kreatifitas remaja melalui permodelan bintang remaja dan lanskap kreasi remaja di Kabupaten Beltim telah masuk pada tahapan proyek perubahan. Sebelumnya sosialisasi telah melibatkan banyak pihak,” ujar Camat Manggar, Amirudin saat dikonfirmasi Belitong Ekspres, Sabtu (29/9).

Dijelaskan Amirudin, dukungan EBACOM sangat membantu dirinya dalam merealisasikan proyek perubahan. Remaja sebagai sasaran proyek perubahan ternyata mendapat respon positif dari remaja-remaja di Belitung Timur.

“Kami ingin remaja di Beltim mendapat tempat yang layak bagi usia mereka. Pelampiasan remaja pada hal-hal negatif dalam bentuk aktualisasi diri, kita arahkan pada kegiatan positif,” jelas Amir.
Ia menyadari, remaja sebagai penerus generasi harus diperlakukan dengan baik agar kualitas remaja semakin nyata dalam bentuk positif.

Ketua EBACOM, Diki Purnama Saputra menyatakan dukungan komunitasnya terhadap apa yang diupayakan Camat Manggar pada remaja. Menurut Diki, pengaruh negatif remaja terbentuk karena kurangnya wadah aspirasi remaja.

“Saya sangat mendukung sekali ajang seperti ini karena remaja sekarang memang kurang wadah aspirasi tempat dan sebagainya untuk bagaimana bisa bergerak ruang ligkupnya,” ujar Diki.
Ia sendiri merasakan kurangnya wadah remaja ketika pulang kampung setelah mengelesaikan pendidikan di luar daerah. “Saya bingung saat pulang, apa yang akan dikerjakan. Hal yang kita bicarakan saat ini sangat luar biasa. Pemuda terbagi menjadi dua, mereka yang beruntung dan tidak beruntung,” sebutnya.

Sebagai remaja yang pernah bersekolah diluar daerah, ia menyadari ruang bagi remaja di Beltim nyaris tidak banyak memberikan pilihan. “Kita berbicara mau mengembangkan anak remaja berprestasi. Jarang sekali ada wadah untuk teman-teman yang tidak berprestasi. Bahasa kasarnya yang pintar makin pintar, yang kurang beruntung dan tidak pandai apa-apa semakin tenggelam,” ujar Diki.

Karenanya, gagasan perubahan melalui permodelan bintang remaja harus memformulasikan kriteria penilaian remaja yang layak dijadikan model. Karena output setelah itu adalah mereka yang mau berkontribusi atau bekerjasama dan membangun Beltim.

“Kita harus menilai kembali, pemilihan orang sebagai bintang remaja kalau secara prestasi. Nah kalau berbicara pintar banyak, tapi yang mau bekerja sedikit. Tim EBACOM akan terus follow up dan mendukung karena itu sesuatu yang positif bagi adik-adik kami dan remaja dimasa depan,” tukasnya. (msi)

Related Search

Tags:
author

Author: