banner 728x90

Peserta Seleksi JPT Harus Mampu Penuhi 5 Variabel

BKPSDM Kabupaten Beltim masih membuka kesempatan bagi ASN yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi JPT di lingkup Pemerintah Kabupaten Beltim.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Peserta seleksi Jabatan Tinggi Pratama (JPT) di lingkup Pemerintah Kabupaten Beltim setidaknya harus mampu memenuhi lima variabel penilaian. Dari lima variabel, asesmen menempati penilaian bobot tertinggi dan paling menentukan.

iklan swissbell

“Ada 5 variabel dalam lelang fortofolio, rekam jejak, asesmen, karya tulis dan wawancara. Masing-masing punya bobot dengan bobot terbesar di asesmen. Akumulasi itulah nantinya akan menentukan kandidat terbaik sebanyak tiga orang dan diserahkan ke Bupati sebagai user,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Beltim Yuspian, Jum’at (8/2) kemarin.

Menurut Yuspian, hasil asesmen seseorang bisa dipergunakan selama dua tahun dari sejak mengikuti asesmen. Namun bila dirasa belum maksimal, peserta seleksi yang sudah memiliki asesmen bisa mengikuti ulang dengan tujuan perbaikan nilai.

“Boleh (hasil asesmen sebelumnya, red), nanti dari rekan kita yang akan ikut seleksi dan sebelum ini pernah ikut, baik disini maupun ditempat lain, bisa menggunakan asesmennya. Itu pilihan yang dikembalikan ke yang bersangkutan. Tapi kalau hasil yang kemaren cukup memuaskan yang bersangkutan berarti dia tidak perlu ikut lagi,” kata Yuspian.

“Tapi kalau rasanya kurang fit mungkin belum maksimal, dia dapat lagi ikut. Dalam tanda petik bisa memperbaiki hasil asesmen walaupun tidak ada garansi perbaikan akan lebih baik dari sebelumnya, bisa saja turun tapi biasanya tidak berubah jauh grade-nya,” imbuhnya.

Yuspian mengatakan, proses asesmen sangat penting untuk diikuti. Sesuai dengan aturan saat ini, perpindahan dalam level jabatan yang sama pun harus melalui asesmen terlebih dahulu.

Tidak ada lagi JPT yang tanpa melalui proses asesmen. Tetapi intinya mekanisme ini harus mulai dibiasakan oleh semua,” sebut Yuspian. Terkait jumlah peserta seleksi yang masih belum terpenuhi semua untuk JPT, Yuspian berharap agar ada keinginan dari ASN berkompetisi dan merasakan persaingan. Apalagi, ASN yang memang selama ini selalu berkutat mengurusi bidang tersebut.

“Sampai pada waktunya perpanjangan kita akan mendorong peserta dari Kabupaten sebelah (Belitung) maupun Provinsi. Tapi kita tidak berharap itu terjadi karena kita berharap kekuatan dari dalam yang lebih paham kondisi dan seterusnya pasti punya keunggulan terkait pemahaman dan pengenalan masalah,” jelasnya.

“Salah satu subtansi pemilih adalah penguasaan yang bersangkutan terhadap permasalahan pada jabatan yang dilamar. Karena itu nanti akan ada pengujian berupa karya tulis, yang nanti akan dipertanyakan asesor sejauh mana memahami situasi kalau menjabat disitu dan tentunya siap dengan pemecahan masalah,” tutup Yuspian. (msi)

Related Search

Tags:
author

Author: