banner 728x90

PKK Manggar Juara Lomba Masak Ikan

//Masyarakat Harus Lebih Kreatif Buat Menu

MANGGAR – Lomba Masak Serba Ikan menjadi puncak peringatan Gemarikan Kabupaten Belitung Timur tahun 2018. Tim PKK Kecamatan Manggar masih tetap memegang tampuk juara bertahan.

Tim PKK Kecamatan Manggar pun memperoleh uang pembinaan senilai total Rp 10 juta, trophy tetap dan piala bergilir. Selain itu, juga berhak mewakili Kabupaten Beltim di ajang tingkat Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung di Kabupaten Belitung September 2018 mendatang.

Dalam lomba masak tersebut, PKK Kecamatan Manggar menyajikan menu Sup Asam Pedas Kakap Kotak, Sup Penyu Kerisi, Bola-Bola Mengkawak, Kakap Siram Saus Karamel, dan Paha Ayam Upin Ipin Tabur Kacang.

“Kita melihat penampilan sajian masakan, tampilannya bagus bersih dan kreatif dibanding kecamatan lainnya. Kalau rasa memang lebih pas komposisinya, sedangkan inovasi masih kurang namun lebih baik dari yang lain,”beber Ketua Dewan Juri Lomba Masak Serba Ikan, Riswati.

Lomba Masak ikan diikuti oleh 7 Kelompok peserta masing-masing berangotakan tiga orang yang berasal dari tim penggerak PKK Kecamatan se-Kabupaten Beltim.

Kegiatan Gemarikan Tahun 2018 digelar selama dua hari, dari 29 – 30 Agustus 2018 di Halaman Depan Kantor Kecamatan Manggar. Tahun ini tema yang diangkat yakni, ‘Lebih Cerdas dan Sehat dengan Makan Ikan.

Berbagai rangkaian kegiatan kampanye Gemarikan dilaksanakan, seperti Lomba Mewarnai dan Paduan Suara tingkat TK se-Kabupaten Beltim, Lomba Menangkap Lele, Penyuluhan Sosialisasi Kelautan dan Perikanan, Bazar Ikan Hias, Ikan Air Tawar Konsumsi dan Produk Olahan Hasil Perikanan, Pameran Ikan Lokal serta Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT).

Wakil Bupati Beltim, Burhanudin mengatakan Gemarikan bertujuan untuk membangun kesadaran gizi individu maupun kolektif masyarakat untuk gemar makan ikan. Ia menilai kesadaran masyarakat Beltim sudah sangat tinggi untuk mengkonsumsi ikan.

Sebagai daerah kepulauan penghasil ikan, masyarakat Kabupaten Beltim sangat gemar makan ikan khususnya ikan laut. Tak jarang, ada sebagai mayarakat yang janggal jika satu minggu tak makan ikan.

“Wajar kalau ada stigma masyarakat Belitong yang mengatakan ‘Kalo’ makan dak de ikan, macam dak belaok’. Ini menandakan betapa masyarakat kita gemar makan ikan,” ujar Burhanudin.

Namun di satu sisi, Aan sapaan akrab Burhanudin meminta agar masyarakat lebih inovatif dalam mengelola menu ikan. Jangan hanya mengandalkan menu-menu itu-itu saja, mengingat sebagai daerah wisata, menu baru perlu diciptakan agar menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Gangan sudah tentu menjadi menu andalan di Pulau Belitong ini. Namun jangan hanya berhenti di situ saja, harus ada inovasi baru untuk makanan ikan dari Kabupaten Beltim yang dapat dijual ke wisatawan,” kata Aan.

Selain itu, Aan juga berharap Dinas Perikanan dapat mengupayakan agar harga ikan di Kabupaten Beltim dapat lebih terjangkau oleh masyarakat. Salah satunya dengan melakukan pembudidayaan ikan, sehingga saat musim angin kencang, harga tidak begitu terpengaruh.

“Sebagai daerah laut, sudah sewajarnya harga ikan terjangkau. Kalau selama ini masih banyak mengandalkan perikanan tangkap, ke depan budidaya ikan harus lebih digalakkan,” pungkas Aan.(Rilis Kominfo Beltim)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: