banner 728x90

PLN Sampaikan Perkembangan Penghapusan Subsidi

banner 468x60

SUNGAILIAT – PT. PLN melakukan penyampaian informasi perkembangan penghapusan subsidi pelanggan PLN untuk 450 VA dan 900 VA. Penghapusan subdisi pda sebagian besar pelanggan dipastikan jadi, hanya beberapa pelanggan saja yang dinilai layak masih akan tetap di subsidi oleh pemerintah.

Kepala PLN Cabang Ranting Sungailiat, Heri Fernandes mengatakan, PLN dalam pelayanan listrik mengacu Undang-Undang Nomor 30 tahun 2007 tentang Energi dan Undang-Undang Nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Penghapusan subsidi bagi beberapa pelanggan listrik mengacu Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik.

banner 300x250

“Bahwa per 1 Januari 2017 rumah tangga mampu untuk langganan 900 VA tarifnya disesuaikan menuju tarif keekonomian secara bertahap. Sedangkan rumah tangga miskin 900 VA tetap disubsidi,” jelas Heri Fernandes dihadapan Sekda Bangka dan Kades se Bangka, Jumat (17/2) di ruang rapat Bina Praja Setda Bangka.

Ditambahkannya, pemerintah telah menghabiskan dana triliunan sejak tahun 2001 untuk membiayai listrik subsidi bagi warga. Namun dalam pelaksanaan ada rumah tangga mampu yang sebenarnya tidak lagi layak mendapat listrik bersubsidi. “Nanti yang 900 VA akan sama tarifnya dengan 1.300 VA,” kata Heri Fernandes.

Besaran subsidi yang selama ini dikeluarkan pemerintah untuk tarif KWH 450 VA dan 900 VA pada tahun 2011 sebanyak Rp 92, 18 triliun, tahun 2012 Rp 103, 33, tahun 2013 Rp 101, 321, tahun 2014 Rp 99,30. Nanti untuk akan ada tersisa sekitar 4,1 juta pelanggan PLN dalam kategori rumah tangga tidak mampu akan tetap disubsidi pemerintah.

Di Babel, hasil pendataan sebelumnya ada 202.888 pelanggan dapat subsidi yang tidak layak lagi subsidi. Setelah dilakukan survey ada 39 ribu pelanggan PLN layak subsidi, PLN memilah pelanggan melalui survei langsung ke rumah tangga sasaran sejak Maret 2016.

Sementara itu, Sekda Bangka Fery Insani atas penyampaian perkembangan penghapusan subsidi bagi pelanggan PLN untuk KWH 450 VA dan 900 VA meminta pihak PLN agar menjelaskan secara detail. Penjelasan itu perlu didapat karena tarif PLN menjadi salah satu faktor menentukan dalam memicu inflasi di Kabupaten Bangka.

“Kita ada TPID untuk pengendalian inflasi, tarif PLN bisa menjadi pemantik, driver menaiknya ongkos produksi dan memicu inflasi. Ada tiga hal yang harus dijelaskan PLN pertama kriteria rumah tangga mampu menggunakan indikator mana, kedua pelanggan subsidi dialihkan kemana, dan pengalihannya ke sektor mana saja,” kata Fery Insani. (trh)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: