banner 728x90

Pola Hidup Tidak Sehat Picu Hipertensi

banner 468x60

Kegiatan penggalangan komitmen gerakan masyarakat hidup sehat yang diadakan Dinkes Provinsi Kepulauan Babel di Kabupaten Beltim, Kamis (10/9) kemarin.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Pola hidup masyarakat yang tidak sehat menjadi pemicu penyakit hipertensi. Secara acak, 10 dari 17 pengambilan sampel darah diketahui mengalami hipertensi.

banner 300x250

Hal itu disampaikan Kepala bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bahuri Zainudin, saat ditemui pada kegiatan penggalangan komitmen pelaksanaan gerakan masyarakat hidup sehat di daerah, Kamis (10/9) di Guest Hotel Manggar.

Bahuri menjelaskan, penyakit hipertensi umum diidap masyarakat yang memiliki pola hidup tidak sehat serta konsumsi berlebihan makanan mengandung garam, lemak dan gula. Sementara konsumsi makanan jenis sayur dan buah-buahan cenderung sedikit bahkan tidak sama sekali.

“Berdasarkan hasil penelitian, kebiasaan masyarakat untuk memakan buah dan sayur itu rendah kurang secara nasional termasuk di Babel. Tapi untuk makan sehari-hari tinggi garam, lemak, gula. Ditambah lagi ada kecenderungan alasan kemajuan ekonomi dan segala macam aktifitas fisik masyarakat juga rendah. Itu yang sangat mendorong terjadinya kasus hipertensi yang meningkat,” sebut Bahuri.

Ia mengatakan, berdasarkan kebiasaan tersebut maka perlu pemberian pemahaman yang benar kepada masyarakat. Selain itu, kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam kaitan dengan pola hidup sehat harus berjalan.

“Melalui kegiatan penggalangan komitmen pelaksanaan gerakan masyarakat hidup sehat di daerah, kita berharap ada dukungan dari Pemerintah daerah untuk gerakan masyarakat hidup sehat,” kata Bahuri.

Selain itu, perlu adanya partisipasi masyarakat dalam program. Memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat terkait dengan gerakan masyarakat hidup sehat.

Bahuri juga menyatakan kegiatan serupa telah diagendakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kabupaten Beltim menjadi sasaran pertama kegiatan untuk kemudian disusul Kabupaten/Kota lainnya.

“Kita melaksanakan serangkaian pertemuan, mengedukasi masyarakat dalam rangka mereka membangun awareness tentang penyakit hipertensi bagi mereka dan keluarga,” jelasnya.

“Kita memfasilitasi Kabupaten/Kota agar mereka kuat membangun keyakinan melaksanakan kegiatan seperti ini termasuk kita akan berkirim surat resmi ke Bupati,” imbuhnya.

Bahuri berharap, upaya penggalangan komitmen gerakan masyarakat hidup sehat akan didukung semua pihak. “Kita akan tembuskan ke semua pihak sehingga jadi pemikiran kita bersama untuk intervensi tindak laniutnya,” tukasnya. (msi)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: