banner 728x90

Polda Tunggu Ahli LKJK

banner 468x60

    PANGKALPINANG – Penyidik tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Babel terus menggeber pengungkapan bukti-bukti maupun keterangan guna menuntaskan kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan gedung auditorium Universitas Bangka Belitung (UBB).
    Kabid Humas Polda Babel AKBP Abdul Mun’im mengatakan, saat ini penyidik tipikor Ditreskrimsus Polda Babel sudah berkoordinasi dengan ahli dari Lembaga Kebijakan Jasa Kontruksi (LKJK) Jakarta untuk penanganan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gedung auditorium UBB yang dikerjakan PT Relis Sapindo Utama (RSU).
    “Saat ini penyidik masih menunggu ahli dari LKJK dari Jakarta, untuk menghitung volume fisik bangunan gedung auditorium UBB. Setelah itu penyidik juga meminta bantuan dari ahli dari BPKP untuk menghitung kerugian negara,” kata Kabid Humas, Jumat (19/6).
    Menurut dia, jika semua alat bukti sudah didapatkan penyidik berupa keterangan para saksi, keterangan saksi, surat dan sebagainya, maka penyidik akan secepatnya melakukan pemberkasan. “Jika semua alat bukti sudah didapatkan penyidik berupa keterangan para saksi, keterangan saksi, surat dan sebagainya, maka penyidik akan secepatnya melakukan pemberkasan dan mengirim berkas perkara ke JPU Kejati Babel,” jelasnya.
    Sebelumnya Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Babel, AKBP Inra Silalahi mengatakan pihaknya massih melengkapi berkas dua tersangka yang sudah ditetapkan sebelum, agar segera dilimpahkan ke kejaksaan. “Kami masih memenuhi kelengkapan berkas, agar dapat segera dilimpahkan ke kejaksaan seperti penyitaan barang bukti serta pemeriksaan saksi,” jelas Inra.
    Menurut Inra, jika berkas sudah dilimpahkan ke kejaksaan dan diperiksa serta diberi petunjuk, bisa kemungkinan tersangka bertambah. Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gedung auditorium UBB yang dikerjakan PT Relis Sapindo Utama (RSU), masih membutuhkan keterangan saksi kendati dua tersangka sudah ditetapkan. “Tersangkanya yang sudah kita tetapkan baru dua orang, namun tidak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah. Tetapi kita masih membutuhkan para saksi-saksi lainnya dan melakukan pemeriksaan secara bertahap termasuk pemeriksaan terhadap para saksi ahli,” ujar Inra, Kamis (5/3).
    Polda Babel menetapkan dua tersangka yakni seorang oknum PNS Pemkab Bangka selaku PPK dan pihak pelaksana dalam kasus proyek senilai Rp14 miliar tahun anggaran 2013. “Pekerjaan tahap pertama pembangunan gedung auditorium UBB yang dikerjakan oleh PT Relis Sapindo Utama (RSU) senilai Rp 14 miliar yang dimulai pada 6 September hingga 31 Desember 2014 dengan masa perpanjangan waktu hingga 50 hari, kualitas konstruksinya tidak sesuai dengan speck,” kata Inra.
    Inra menjelaskan, sesuai dengan perjanjian kontrak ternyata pihak PT RSU tidak bisa menyelesaikan pembangunan itu tepat waktu. “Kendati pembangunan itu tidak selesai, kita tidak bisa langsung menghentikan pekerjaan itu. Lalu pihak kontraktor memberi jaminan sebesar Rp 4 miliar di bank. Namun uang jaminan itu sudah diambil oleh pelaksana proyek,” bebernya.
    Ironisnya kata Inra, harga terkoreksi yang dilakukan oleh PPK tidak dibuat dalam perjanjian kontrak kerja. “Akibat tindakan yang dilakukan oleh PPK itu, sementara kerugian negara sekitar Rp 300 juta,” ujarnya. Indra menambahkan, pembangunan tahap dua yang tendernya dimenangkan oleh PT Adhi Karya kembali menimbulkan masalah. Karena PT Adhi Karya yang bekerja sama dengan Universitas Sriwijaya Palembang melakukan pengecekan dan ternyata kondisi konstruksi bangunan yang dikerjakan PT RSU tidak sesuai dengan perjanjian kontrak.
    “Tim Unsri mengatakan di bagian tribun gedung auditorium UBB itu ada yang harus diperbaiki, diperkuat dan ada konstruksi yang harus diganti. Sehingga PT Adhi Karya tidak berani melanjutkan pembangunan tahap dua,” tukas Inra.
    Menurut Inra, pembangunan gedung auditorium yang dilakukan PT RSU tidak profesional. Karena kondisi konstruksi yang dikerjakan amburadul dan terkesan asal-asalan. “Saya menilai pekerjaan yang dilakukan PT RSU itu tidak profesional. Itu dapat dilihat dari kontruksi yang mereka kerja tidak sesuai dengan perjanjian kontrak kerja dan terkesan asal-asalan,” tandasnya.
    Pihak penyidik tambah Indra, masih terkonsentrasi terhadap pekerjaan tahun anggaran 2013. “Kita masih terkonsentrasi terhadap pekerjaan tahun anggaran 2013. Karena tidak menutup kemungkinan tersangka bisa bertambah dan jumlah kerugian negara juga lebih besar lagi,” pungkasnya. (cr62)

banner 300x250

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Polda Tunggu Ahli LKJK,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: