banner 728x90

Polisi Kembangkan Kasus Pencabulan

banner 468x60

TANJUNGPANDAN-Pasca tertangkapnya dua tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur, RD (18) dan AY (22), Kamis (2/4) lalu, hingga saat ini Polres Belitung terus melakukan penyidikan. Dari pengakuan kedua tersangka, Mereka masing-masing mengaku menyetubuhi Bunga (bukan nama samarannya) lebih dari satu kali. Mereka melakukan hubungan tersebut tanpa adanya unsur paksaan maupun kekerasan.
RD mengatakan, dirinya menyetubuhi  Bunga sebanyak dua kali. Pria 18 tahun ini menjelaskan, dia melakukan hubungan tersebut di kediamannya di Jalan Kalong Keramik, pada malam hari sekitar pukul 24.00 WIB, saat kedua orang tuanya tertidur pulas.
“Pertama kali saya melakukan hubungan ini, di rumah tepatnya di ruang tamu,” ujar RD kepada Belitong Ekspres, Senin (6/4) kemarin di Mapolres Belitung.
RD membantah, jika dirinya dituduh telah merenggut keperawanan Bunga. “Bukan saya yang memperawani dia,” pungkasnya.
Sementara itu, dari pengakuan Ay, dia melakukan hubungan tersebut dengan Bunga sebanyak tiga kali. Awal mula keduanya melakukan hubungan haram ini  setelah dikenalkan salah satu rekannya. Setelah kenal sehari, Bunga akhirnya diajak melakukan hubungan suami istri.
“Sedangkan yang kedua dan ketiga, saya melakukan hubungan ini, di saat rumah dalam keadaan kosong. Istri saya waktu itu ke Palembang,” katanya.
Terpisah, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Belitung Brigadir Lartha SH seizin Kapolres Belitung AKBP Candra Sukma Kumara mengatakan, keduanya sudah di periksa. Keduanya telah mengakui semua perbuatannya.
“Kedua pelaku dijerat Pasal 81 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Dasar Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Mereka diancam hukum 15 tahun penjara,” ujar Brigadir Lartha.
Seperti diberitakan Belitong Ekspres, Jumat (3/4) lalu, Kasus persetubuhan yang melibatkan anak di bawah umur terus terjadi, di Kabupaten Belitung. Terhitung dalam laporan Belitong Ekspres, sejak awal Januari hingga April ada 3 kasus, salah satunya yang terjadi di Mentigi Membalong, beberapa bulan lalu.
Kali ini, kasus serupa terjadi di Tanjungpandan, seorang anak di bawah umur sebut saja Bunga (13) warga Jalan Kamboja digauli oleh dua lelaki yang berbeda, yakni Ay (22) warga Jalan Kampong Damai, dan RD (18) warga Kolong Keramik.(kin)

banner 300x250

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: