banner 728x90

Polisi Periksa Bos Tabung Gas Elpiji

banner 468x60

*Dugaan Penyalahgunaan Dokumen Niaga Masih Didalami

AR (Baju batik) saat diperiksa di ruang Penyidik Polres Belitung, Rabu (20/9) lalu.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – AR, pengusaha asal Jakarta yang disebut-sebut sebagai pemilik ribuan tabung Gas Elpiji di Kapal Anugera Jaya 02 GT 150, akhirnya memenuhi panggilan polisi, Rabu (20/9). Pemanggilan itu terkait dugaan kasus penyalagunaan dokumen niaga pengiriman tabung Gas Elpiji kemasan 12 Kg dari Sunda Kelapa ke Tanjungpandan, Belitung.

banner 300x250

Di hadapan penyidik kepolisian, ia memberikan keterangan terkait pengiriman tabung Gas Elpiji tersebut. Dalam kasus ini, AR masih berstatus sebagai saksi. “Saya kooperatif, memenuhi panggilan penyidik Polres Belitung. Tekait, masalah dugaan ini,” ujar AR kepada wartawan, usai pemeriksaan di Mapolres Belitung.

Mengenai masalah tabung Gas Elpiji, dia mendapat pasokan barang dari Jakarta dan dikirim ke Belitung. AR mengaku sudah beberapa kali melakukan pengiriman tabung Gas Elpiji itu. Sekali kirim bisa mencapai ribuan tabung, namun tergantung permintaan.

“Untuk jumlah pengiriman tidak menentu. Yang pasti tidak mencapai sepuluh ribu sekali kirim. Pengriman tergantung gelombang dan jumlah permintaan,” terang AR.

Setiba di Belitung, ia mempercayakan ke salah satu pelanggannya yakni AS untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Negeri Laskar Pelangi. Mengenai dokumen perizinan niaga gas elpiji itu, dia hanya menunjukan surat dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Belitung.

“Kami hanya ada surat permintaan Pemerintah Daerah Kesbangpol Belitung Tanggal 16 Mei 2016. Kalau surat dari Pertamina, kami tidak ada. Sebab, kita hanya dari toko, kami hanya saja mengisi,” ungkapnya.
AR menambahkan, untuk jasa pengangkutan ia sempat mengalami kendala dengan Kementerian Perhubungan. Namun, dengan menunjukkan surat dari kesbangpol tersebut, akhirnya kapal diizinkan jalan.

Sementara itu, Kapolres Belitung AKBP Sunandar mengaku, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan dan penyelidikan. Saat ini, untuk mendalami kasus itu, sejumlah saksi-saksi termasuk sebelas pemilik elpiji sudah dilakukan pemeriksaan
“Kami masih terus mendalami kasus ini. Seperti memeriksa dari sebelas pengusaha termasuk AR. Jika memang ada kasus tindak pidananya, maka kami akan proses,” kata Mantan Kasat PJR Polda Bangka Belitung ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jajaran Polres Belitung menghentikan aktivitas bongkar muat pengangkutan ribuan tabung Gas Elpiji, dari Jakarta ke Belitung, di Pelabuhan Tanjungpandan, Sabtu (16/9) akhir pekan lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Belitong Ekspres, penghentian aktivitas itu merupakan, perintah dari Gubernur Bangka Belitung, yang mengirim surat resminya. Sebab, dugaan adanya kasus penyalagunaan dokumen niaga.(kin)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: