banner 728x90

Polisi Tahan H Mukhdi

ilustrasi

*Diduga Tersangkut Kasus Lahan
*Tersangka Dikenakan Pasal Berlapis

TANJUNGPANDAN – Kepolisian Resort (Polres) Belitung resmi menahan H Mukhdi Safi’ie, warga Jalan Gatot Subroto Kelurahan Paal Satu, Tanjungpandan, Rabu (27/9) lalu. Penahanan H Mukhdi karena tersangkut kasus lahan di wilayah Desa Tanjung Tinggi, Kecamatan Sijuk.

Pria berumur 63 tahun ini, diduga melakukan penyerobotan lahan dan memberikan sumpah serta keterangan palsu terkait sebidang seluas sekitar 7.700 M2 milik Jefry Hakim. Merasa dirugikan ia melapor ke Polres Belitung sekitar Mei 2017 lalu.

Menindaklanjuti kasus itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti dan memintai keterangan saksi-saksi. Setelah memenuhi dua alat bukti yang cukup, lantas dilakukan penetapan tersangka.

Sebelum dilakukan penahanan, H Mukhdi sudah dua kali dipanggil oleh jajaran Satreskrim Polres Belitung, guna kepentingan penyidikan. Surat panggilan pertama pada 20 September 2018, berikut surat pemberitahuan penetapan tersangka kepada Kajari Belitung.

Karena H Mukhdi tidak mengindahkan surat panggilan pertama, polisi kembali mengirimkan surat panggilan kedua pada 24 September 2018. Akhirnya H Mukhdi datang ke Polres Belitung Rabu (27/9). Setelah diperiksa, H Mukhdi lalu dilakukan penahanan.

Oleh polisi H Mukhdi disangkakan Pasal 242 Ayat 1 KUHP Tentang Keterangan Palsu, Pasal 266 Ayat 1 KUHP Tentang Keterangan Palsu Dalam Akta Otentik, Pasal 263 Ayat 2 KUHP Tentang Penggunaan Surat Palsu, dan 385 Ayat 1 KUHP Tentang Penyerobotan Lahan.

Disangkakan pasal berlapis, dengan ancaman hukuman yang berbeda. Ada yang empat tahun hingga diatas lima tahun penjara,” kata Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana, didampingi Kasatreskrim Polres Belitung AKP Bagus Kresna, Kepada Belitong Ekspres, Sabtu (29/9).

Kata AKBP Yudhis, H Mukhdi diduga telah melakukan pemalsuan dokumen sertifikat tanah milik Jefry Hakim di Desa Tanjung Tinggi. Tahan itu telah dibeli yang bersangkutan dari almarhum orangtua tersangka pada tahun 1992.

AKPOL 1999 ini menjelaskan, dalam hal ini tersangka mengaku sertifikat tanah yang asli telah hilang dan membuat dokumen baru. Setelah sertifikat itu terbit, tersangka kemudian menjualnya kepada pihak lain seharga Rp 9 miliar.

Setelah itu, H Mukhdi membersihkan area lahan yang telah dijual dengan memasang pagar kawat duri. Hingga akhirnya, Jefry Hakim mengetahui tanah miliknya telah diserobot. Mengetahui hal itu, dia langsung melapor ke Polres Belitung.

AKBP Yudhis kembali menjelaskan, hingga saat ini penyidik Polres Belitung telah melakukan pemeriksaan terhadap 20 orang saksi. Tiga di antaranya merupakan saksi ahli dalam bidang pertanahan.

“Selain itu, kami juga mengamankan sebanyak delapan item barang bukti. Yakni berupa surat dan dokumen. Dengan dasar itulah kita tetapkan sebagai tersangka dan sesuai prosedur hukum,” jelas AKBP Yudhis.

Pria asal Jawa Barat ini menambahkan, awalnya tersangka diduga melakukan penyerobotan lahan. Setelah dilakukan penyidikan, ditambah keterangan saksi dan alat bukti telah terjadi rangkaian tindak pidana lainnya.

“Seperti pemalsuan surat tanah. Memberikan keterangan palsu di BPN sehingga terbit surat pengganti. Dan seluruh perkara yang kami tangani ini, sudah sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.

Selain itu, pada kasus ini Polres Belitung tidak pernah melakukan intervensi terhadap pihak manapun dalam upaya pengungkapan tindak pidana, seperti isu yang berkembang di lingkungan masyarakat.

“Ini bukan ada intimidasi atau apapun, tapi memang murni hasil pengembangan dari penyidik. Kalau memang ada pihak keluarga menilai penahanan ini tidak sesuai bisa menempuh jalur yang semestinya,” katanya. (kin/red)

Related Search

Rate this article!
Polisi Tahan H Mukhdi,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: