banner 728x90

Polisi Tunggu Hasil Transaksi HP DSP

banner 468x60

*Telusuri Aliran Dana Arisan yang Mencapai Puluhan Miliar

kapolres-beltim

Kapolres Beltim

MANGGAR-Kapolres Belitung Timur (Beltim) AKBP. Nono Wardoyo, S.ik berkomitmen untuk mengungkapkan aliran dana Arisan Online (Arisol) Destari Sulius Putri (DPS). Namun, hingga kini kepolisian belum menerima data proses administrasi transaksi dari Handphone (HP) owner DPS alias Yaya sebagai bos arisan.

banner 300x250

Kepada Belitong Ekspres, Kapolres Beltim, mengatakan masih menunggu hasil dari pemeriksaan penyelidikan HP tersebut bersama tim Asistensi/Supervisi Diskrimsus Polda Babel, yang dibawa ke saksi ahli di Kemenkomimfo RI.

“Belum, kita belum mendapatkan hasilnya, dan masih menunggu hasil pemeriksaan di KemenKomimfo RI terkait pemeriksaan data HP milik Owner. Hingga kini kita juga masih menunggu,” kata Kapolres saat ditemui Kamis (23/2) kemarin.

AKBP Nono berjanji akan mengusut dengan tuntas permasalahan ini. Akan tetapi, diakuinya memang membutuhkan waktu yang panjang guna mengetahui kemana dana aliran dana puluhan milliar tersebut.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari Beltim), Widagdo,SH juga berharap kasus jenis arisan putus (Investasi Bodong) DSP yang belakangan ini menjadi viral secepatnya bisa terselesaikan dan diusut tuntas.

Menurut Kajari, jenis arisan ini adalah sejenis Bank Gelap. Katanya, Bank gelap ini tanpa jelas, tanpa legalitas yang ada. Bahkan Widagdo, juga menyayangkan banyaknya korban/nasabah yang tertipu.

“Saya menyayangkan akan adanya arisan seperti, dan mengapa masyarakat (Nasabah) masih tergiur dengan janji yang diberikan. Ini tak ubah seperti Bank gelap, karena tidak adanya legalitas yang jelas, dan semoga ini akan segera terselesaikan, dan diusut secara tuntas,” ungkap Widagdo.

Menurut Kajari dengan kejadian seperti ini semoga menjadi pelajaran bagi warga yang mau mendapatkan kekayaan secara Instans. Sebab ini merupakan kejadian yang benar benar tidak masuk akal.

“Saya dengar ada nasabah yang sampai gadai tanah, rumah dan lain lain, alangkah tidak berpikir panjang. Itulah mereka sebelumnya tidak melihat aspek yang akan terjadi, dan tidak memikirkan bagaimana jika ini macet dan tidak mampu mengembalikan dana. Saya juga sempat dengar bahkan ada yang menginveskan uangnya hingga ratusan juta,” sesal Widagdo.

Kajari Beltim berharap kasus ini akan segera terselesaikan, dan ini sesuai fakta yang ada saat ini. Karena memang yang ditipu itu bukan hanya kalangan masyarakat, bahkan pegawai PNS pun katanya banyak yang menjadi korban. (feb)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: