banner 728x90

Polisi Ungkap Praktek Dukun Cabul

banner 468x60

*Empat Orang Korban Berhasil Diperdaya Pelaku

foto A. Kapolres Belitung AKBP Sunandar, didampinggi Kasatreskrim AKP Chandra, Kanit PPA Ipda Lia, saat menunjukan pelaku dan barang bukti__1464659200_36.76.179.72

Kapolres Belitung AKBP Sunandar, didampingi Kasatreskrim AKP Chandra, Kanit PPA Ipda Lia, saat menunjukkan pelaku dan barang bukti.

TANJUNGPANDAN-Kepolisian Resort (Polres) Belitung berhasil mengungkap praktek dukun cabul di Kabupaten Belitung. Pelaku yang diketahui bernama Habib alias AR (45) tahun, warga Palembang, yang tinggal di Desa Air Raya, diamankan Sabtu (28/9) pekan lalu.

banner 300x250

Terungkapnya peristiwa ini, berawal dari laporan sebut saja Mayang (17) bukan nama sebenarnya yang melaporkan peristiwa itu ke Polres Belitung. Wanita ini, mengakui diperlakukan tidak senonoh oleh tersangka (Tsk).

Setelah mendapat laporan itu, polisi melakukan pengembangan dan berhasil menemukan empat orang korban lain, yakni Kenanga, Bulan, Mawar dan Rindu. Dari pengakuan mereka, juga sempat ditelanjangi oleh Tsk.

Kapolres Belitung AKBP Sunandar membenarkan adanya informasi penangkapan dukun cabul tersebut. Menurutnya, saat Jajaran Reskrim dan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Belitung sudah memeriksa beberapa saksi-saksi dan korban.

“Namun, saat ini kami hanya memeriksa empat orang. Satu orang yakni Rindu belum kami periksa lantaran masih ada urusan,” terang AKBP Sunandar kepada Belitong Ekspres, Senin (30/5) kemarin.

AKBP Sunandar menjelaskan, awalnya ada salah satu korban mendatangi Tsk untuk berobat. Saat itu, korban mengalami sakit pada bagian kaki. Saat korban dipijit disaksikan oleh lima korban lain. Namun, Tsk berusaha untuk mengalihkan perhatian agar keempat korban pergi.

“Saat itu yang dipijit Mayang, keempat orang ini menyaksikan. Awalnya dia memijat secara benar dan setelah itu, Tsk meminta keempat orang ini untuk mengambil bawang, dan telur hingga akhirnya yang ada hanya mayang sendiri,” jelasnya.

Saat Mayang, dalam kondisi sendiri tsk mulai mijit tidak wajar. Yakni, awalnya korban diminta untuk menaikan celana babydolnya hingga atas paha. Setelah itu Tsk mulai memijit dan mengelus-elus paha korban. Setelah itu, tsk mulai memijat pantat Mayang.

“Mendapat perlakuan itu, korban langsung mendorong pelaku dan menghentikan aktivitas pengobatan itu. Setelah dijelaskan, Tsk mengaku ada jin yang merasuk dalam tubuh korban,” ungkapnya.

Meski begitu, korban tetap bersikukuh untuk menghentikan pengobatan itu dan meminta orang tuanya memanggil ustad. Setelah dipanggil ustad, di hadapan korban pelaku dia (ustad) tersebut berusaha menyembuhan korban.

“Dan akhirnya korban, sembuh. Setelah itu, korban melaporkan ke Polres Belitung kejadian itu. Saat ini pelaku sudah kita amankan, dan masih mengelak dia telah melakukan perbuatan itu,” tutur Kapolres.
Dari hasil pemeriksaan korban dikembangkan dari saksi-saksi yang ada saat korban dipijat. Bahkan saksi-saksi itu (Mawar, Bulan, Kenanga,Rindu) pernah dilakukan perbuatan tidak senonoh oleh pelaku.

“Bahkan dari pengakuan keempatnya, salah satu di antara saksi itu pernah dimasukan tangan tsk ke kemaluan korban,”kata Kapolres lagi.

Atas Perbuatannya, Polisi menjerat Pelaku dengan Pasal 82 Undang-undang Perlindungan Anak dan Perbuatan Cabul. “Pelaku diancam dengan hukuman Penjara minimal lima tahun penjara. Untuk unsur kebiri sudah terpenuhi,” pungkasnya. (kin)

 

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: