banner 728x90

Polisi Warning THM Buka di Bulan Puasa

Jajaran Polres Belitung, melakukan razia di salah satu tempat karaoke Jalan Ahmad Yani, Tanjungpandan, Sabtu malam (11/5).

Jajaran Polres Belitung, melakukan razia di salah satu tempat karaoke Jalan Ahmad Yani, Tanjungpandan, Sabtu malam (11/5).

*Jika Membandel, Bakal Ditindak Tegas

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Jajaran Polres Belitung, melakukan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), di Kawasan Kecamatan Tanjungpandan, Sabtu (11/5). Sasarannya terkait perjudian, penjualan miras dan prostitusi, selama bulan suci Ramadan.

Operasi pekat gabungan bersama Jajaran Satpol PP Belitung, POM TNI, mendatangi tempat karaoke di Jalan Ahmad Yani, dan kafe remang-remang di kawasan Pilang dan Dukong. Tak hanya itu, tim juga menyusuri sejumlah tempat lainnya.

Hasilnya, petugas menemukan salah satu hotel yang menyediakan tempat karaoke di Jalan Ahmad Yani, Tanjungpandan, masih buka di bulan puasa. Hampir seluruh pengunjung di tempat karaoke merupakan warga Belitung, yang bukan tamu hotel.

“Kami tidak mengetahui edaran dari Pemda Belitung telah keluar. Sebab, belum mendapat edaran itu. Kami tetap taat aturan, yakni buka di atas Pukul 20.00 WIB dan tutup sebelum pukul 00.00 WIB (12 malam),” kata pengelola tempat karaoke.

Putri salah satu pengunjung asal Air Saga mengatakan, dirinya tidak mengetahui adanya larangan tersebut. Ia juga kaget lantaran adanya razia yang tim gabungan. “Saya kira boleh, nyanyi di bulan puasa,” ujar wanita berbau alkohol ini.

Selain merazia Tempat Karaoke di kawasan Jalan Ahmad Yani, Jajaran Polres Belitung didampingi POM AU dan POM AD, Satpol PP, juga lakukan mendatangi sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) di kawasan Dukong, Kelurahan Pangkallalang.

Namun hasilnya, tempat kafe remang-remang tersebut tutup. Satu persatu kafe-kafe didatangi dan diperiksa Jajaran Polres Belitung. Pantauan Belitong Ekspres telihat, THM berkedok rumah makan itu dalam kondisi tutup dan terkunci gembok.

Kabag Ops Polres Belitung Kompol Erlichson mengatakan, kegiatan Operasi Pekat 2019 ini akan dilaksanakan selama 12 hari kedepan. Dengan target Perjudian, Minuman Keras dan Prostitusi, selama bulan Ramadan.

“Tujuannya untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa. Selain itu juga sambil menunggu keputusan KPU dalam penetapan pemenang Pemilu 2019,” ujar Kompol Erlichson.

Dia menjelaskan dalam Operasi Pekat ini serentak dillakukan mulai dari tingkat Mabes, Polda, Polres hingga Polsek. Untuk Polres Belitung dan polsek-polseknya, juga sudah melakukan razia.

Seperti Polsek Tanjungpandan mengamankan beberapa kampil minuman keras di kawasan kota. Sedangkan jajaran Polres melakukan razia di THM. Akan tetapi, polisi tidak mengamankan para pengunjung.

“Kali ini kita toleransi. Sebab, dari pihak pengelola karaoke yang sudah kita datangi mereka mengaku tidak dapat edaran yang sudah keluar,” kata Erlicson.

Namun, ke depan dirinya tidak akan memberikan toleransi lagi. Dia menegaskan, jika pihak pengelola karaoke masih melayani tamu yang bukan fasilisitas hotel, maka Polisi bakal mengambil tindakan tegas. Demikian juga dengan THM lainnya.

“Kita akan tutup selama bulan puasa. Hal itu, juga berlaku bagi lain yang ada di Belitung. Jika nekat melanggar kami akan tutup selama bulan puasa,” pungkasnya. (kin)

Related Search

Tags:
author

Author: