banner 728x90

Potret Kemiskinan di Negeri Penghasil Timah, Miris Ada Warga Pangkalpinang Tinggal di Got

      PANGKALPINANG – 20 tahun sudah, keluarga ini menempati gubuk berukuran sekira 2×2 meter di atas got atau bantaran sungai kecil. Gubuk itu cuma berdindingkan papan yang sudah lapuk dan beratap seng yang sudah bocor dimana-dimana. Jauh dari kata layak memang, mengingat hunian semestinya menjadi tempat nyaman bagi seluruh penghuninya.
      Parahnya, potret ini terjadi di Kota Pangkalpinang, Ibu Kota dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Kota dimana menjadi parameter sebuah pembangunan di Negeri Bumi Serumpun Sebalai.
      Masalah sosial ini ditemukan, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Aksan Visyawan pasca meninjau kondisi satu keluarga yang telah hidup puluhan tahun di atas saluran pembuangan air limbah alias got yang ada di Kota Pangkalpinang.
      Aksan mengaku alangkah terkejutnya ia, ada warga di “jantung” Provinsi yang tidak memiliki tempat tinggal layak huni.
      “Didampingi Dinas Pangan Provinsi Babel. Saya sudah meninjau keadaan keluarga yang hidup di atas got atau bantaran sungai kecil yang sudah berlangsung sekitar 20 tahun,” katanya kepada wartawan, Rabu (11/7).
      Atas kondisi itu, Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini pun meminta pemerintah daerah, khususnya pemerintah Kota Pangkalpinang agar  “menelurkan” program relokasi serta pemberdayaan bagi warga yang belum memiliki rumah layak huni.
      “Sudah sepantasnya lah pemerintah peduli dan ciptakan program relokasi serta pemberdayaan kepada rakyat yang seperti ini. Pemerintah harus lebih lebih perhatian dan ada tindakan lebih, apakah warga ini direlokasi atau ada solusi lain agar bisa hidup lebih layak,” harapnya.
      Dari perbincangan dengan keluarga kurang mampu ini, satu hal yang ditangkap Aksan. Bahwa penghuni gubuk bukan seorang pemalas, mereka mau berkerja sehingga bisa diberdayakan.
      “Mereka bukan tidak mau bekerja, kepala keluarganya bekerja sebagai pemulung dan beternak ayam. Artinya mereka ini bisa diberdayakan, karena ini merupakan kewenangan pemerintah Kota Pangkalpinang maka ini menjadi tanggung jawab pemerintah Kota Pangkalpinang, saya rasa untuk membantu warga ini agar bisa hidup layak tidak membutuhkan dana yang besar,” pungkasnya. (fiz)

Related Search

Tags:
author

Author: