banner 728x90

Preman Kampung Jadi Tukang Palak

Rz (25), preman kampung sang pemalak sudah diamankan oleh Polsek Sijuk.

*Todong Pengendara Dengan Parang
*Pelaku Ngaku Dalam Pengaruh Miras

SIJUK – Seorang pria berinisial Rz (25), diamankan Jajaran Polsek Sijuk, setelah melakukan pemalakan kepada sejumlah orang di ruas jalan Perkampungan Munsang, Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, Senin (17/9).

Dalam peristiwa ini ada dua korban. Yakni Ts yang merupakan kuli proyek yang ada di lokasi dan Rs sang penjual Es Cendol. Pelaku menyetop korban yang melintas dan meminta duit dengan menggunakan senjata tajam jenis parang bengkok.

Kapolsek Sijuk AKP Erwan Yudha Perkasa mengatakan, saat itu korban Ts sedang melintas di lokasi. Lantas pelaku langsung datang menghentikan laju kendaraannya. Pelaku meminta sejumlah uang kepada tukang bangunan itu, dengan menodongkan senjatanya.

Hingga akhirnya, sang korban memberikan Rp 100 ribu. Tak selang beberapa lama, sekitar Pukul 17.30 WIB, penjual Es Cendol melintas di lokasi yang sama. Mengetahui hal itu, pelaku yang mengaku sebagai preman kampung langsung menghentikannya.

Sang penjual es yang mengira pelaku akan membeli cendol tersebut akhirnya berhenti. Namun, bukannya pelaku beli dagangannya, malah dia ditodong dengan menggunakan senjata tajam dan dimintai duit.

“Motifnya juga sama. Dia (Rz) mengaku seorang preman kampung, untuk menakuti korbannya. Dan meminta-minta kepada dua orang tersebut,” kata AKP Erwan Yudha kepada Belitong Ekspres, Selasa (18/9) kemarin.

Dari tangan korban, pelaku merampas uang hasil dagangannya sebesar Rp 250 ribu. Setelah mendapatkan uang tersebut, pelaku langsung kabur ke arah Sijuk. Sedangkan, sang penjual es langsung melaporkan ke Polsek.

“Sementara masih kita lakukan pemeriksaan (penyidikan) terhadap pelaku. Untuk barang bukti yang diamankan ada sejumlah uang kurang lebih Rp 150 ribu hasil kejahatan, dan jimat serta senjata tajam miliknya,” pungkas Kapolsek Sijuk.

Sementara itu, Rezie mengakui perbuatannya. Dia mengaku tak sadar saat melakukan aksi pemerasan terhadap dua korbannya. Sebab, saat itu dia terpengaruh minuman keras (miras), setelah mengkonsumsi arak.

Dari hasil kejahatannya, dia mendapatkan uang sekitar Rp 350 ribu. Dia meminta dan mengancam korban, dengan mengatakan “Saya Preman”, sehingga korban memberikan uang.
“Dari uang itu yang seratus ribu diberikan ke istrinya. Dan seratus ribu lagi dibuat membeli minuman keras, serta sisanya buat barang bukti oleh pak polisi,” kata pria yang sehari-hari pekerja kebun ini. (kin)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: