banner 728x90

Prof Yusril: Perkuat Partai Islam

*DPP PBB Lakukan Reshuffle Pengurus DPP

JAKARTA-Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (DPP PBB) mengesahkan reshuffle kepengurusan Rabu 8 Februari 2017 dalam sebuah Rapat Pleno DPP di Jakarta. Reshuffle juga akan dilakukan terhadap anggota Majelis Syuro dan Mahkamah Partai. Resufle dilakukan untuk mengganti personalia yg tidak aktif  dan reposisi dalam susunan kepengurusan.

Ketua Umum PBB kini didampingi enam Wakil Ketua Umum (Jamaludin Karim, Syarifin Maloko, Jurhum Lantong, Muhanto AQ dan Masudul Haq). Sedangkan Sekjen kini dijabat oleh Ir. Afriansyah Noor, MM.

Ketum PBB Prof Yusril Ihza Mahendra mengatakan, reshuffle ini dilakukan juga untuk mempercepat dinamika partai ke dalam maupun ke luar dan menjaga soliditas pengurus DPP PBB. “Khususnya dalam menghadapi dinamika politik yang berkembang makin cepat di tanah air. Tahun ini dan tahun depan akan depan akan ada Pilkada serentak. Tahun 2019 akan ada pemilu serentak untuk memilih DPR, DPD, DPRD dan Presiden/Wapres,’’ ujar Prof Yusril.

Menurut Pakar Hukum Tata Negara ini, sementara situasi politik, keamanan, ekonomi dan sosial masyarakat sekarang berada dalam kondisi tak menggembirakan. “Ekonomi kita terpuruk, hutang luar negeri makin membengkak, pengangguran makin meluas, sementara datang penyerbuan TKA kasar dari Tiongkok yang amat meresahkan,’’ ungkapnya.

Dijelaskn, secara sosial masyarakat menyaksikan makin meningkatkan ketegangan SARA di tanah air. Jika hal ini dibiarkan tanpa kendali, bukan mustahil bentrokan demi bentrokan akan terjadi dan memecah belah kesatuan bangsa kita.

“Negara negara besar, bahkan sebagian negara tetangga kita, akan senang jika bangsa dan negara kita terpecah belah menjadi negara negara kecil,’’ tegasnya.

PBB sangat prihatin menyaksikan dipojokkannya Islam dan umat Islam melalui berbagai media dan sikap Pemerintah yg terkesan melakukan pembiaran atas perlakuan semena-mena dan merendahkan martabat Islam, ulama dan tokoh tokohnya serta umatnya di negeri ini. Padahal, Islam telah memberikan kontribusi sangat besar bagi kemajuan bangsa jauh sebelum kemerdekaan.

“Perlakuan semena mena terhadap Islam ini seharusnya menjadi kesadaran baru bagi umat Islam di negara ini bahwa tanpa kekuatan politik dan ekonomi, kendatipun umat Islam mayoritas. Mereka (umat Islam,Red) dengan mudah diremehkan, bahkan diinjak-injak. Untuk itulah, PBB berupaya tetap eksis dan mengajak umat Islam untuk jangan meninggalkan Islam dalam berpolitik,’’ paparnya.

Dengan terjadinya sekularisasi politik, yakni melepaskan Islam dari politik, maka kebijakan apapun yang diambil Pemerintah di negara ini tak kan pernah berpihak kepada Islam. Akhir akhir ini, Komunis pun seolah mendapat tempat untuk hidup kembali.

“Individu Individu dari kalangan minoritas dengan berani dan leluasa menantang, menghina dan menista Islam melalui berbagai media sosial, sementara aparat penegak hukum seakan diam membiarkannya,’’ terangnya.

PBB mengajak umat Islam untuk kembali memperkuat partai Islam dalam memperjuangkan aspirasi umat Islam. Jika partai Islam ditinggalkan, maka yang muncul adalah kekuatan sporadis, yang bisa menekan, namun tetap berada di pinggiran kekuasaan sehingga tidak bisa membuat kebijakan dan melaksanakannya.

“Umat Islam jangan sampai dijadikan bulan bulanan politik yang terus-menerus dipinggirkan dan terpojokkan tanpa dapat menentukan arah perjalanan bangsa dan negara” pungkasnya.(agu)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: