banner 728x90

Program Sehati Resmi Diberlakukan

Foto bersama usai peluncuran Program Sehati di RSUD Marsidi Judono Belitung, Jumat (01/02).

*Terhitung Mulai Sejak 31 Januari 2019

TANJUNGPANDAN – Pemerintah Kabupaten Belitung mulai berlakukan program sistem pelayanan kesehatan terintergrasi (Sehati) terhitung sejak 31 Januari 2019. Berlakunya program ini ditandai dengan pengguntingan pita yang menutupi loket Sehati, membuka penutup kursi Sehati serta peresmian mobil Sehati, di RSUD Marsidi Judono Belitung, Jumat (01/02) kemarin.

Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan, Program Sehati merupakan sistem pelayanan kesehatan terintegrasi, kombinasi dengan BPJS kesehatan. Dengan program tersebut diharapkan mampu memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau.

Yakni, pendampingan pada pasien rujukan untuk pasien kritis dan khusus, yang dijemput dengan ambulance hingga pemulangan jenazah pasien sampai ke daerah. Serta, pemberian uang saku yang berkerjasama dengan CSR perusahaan dan organisasi atau institusi lainnya.

Untuk mensukseskan penyelenggaraan Program Sehati, maka yang utama adalah komitmen bersama oleh seluruh pihak khususnya OPD terkait, tenaga kesehatan di lingkup Pemerintah Kabupaten Belitung serta BPJS Kesehatan Cabang Belitung.

Komitmen ini dalam memberikan pelayanan terbaik kepada setiap peserta jaminan kesehatan dan masyarakat tanpa diskriminasi, dengan mengacu kepada prinsip-prinsip dalam pedoman standar pelayanan.

“Semoga Program Sehati, dapat terlaksana dengan baik dan berdampak positif bagi seluruh masyarakat. Sehingga setiap masyarakat mendapatkan kepastian jaminan kesehatan, sebagai salah satu kebutuhan dasar hidup yang layak bagi setiap penduduk di Kabupaten Belitung,” harap Bupati.

Sementara itu Wakil bupati Belitung Isyak Meirobie menjelaskan, pemerintah daerah tidak perlu lama-lama melakukan Program Sehati, cukup 2 tahun sudah selesai. “Kalau perlu grafiknya semakin turun, karena setelahnya rumah sakit Marsidi Judono ini harus menjadi yang terbaik di Bangka Belitung, dan Medical Tourism bagi Indonesia,” kata Isyak.

Kemudian bagaimana cara menurunkan itu atau menghapuskannya? Menurut Isyak yaitu rumah sakit harus menuju ke paripurna. “Kita harus konsisten dalam kebijakan dan anggaran. Jangan hanya kita mencanangkan, tetapi tidak konsisten untuk mengawal anggaran dan kebijakan tersebut,” tukas Isyak. (dod/adv)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: