banner 728x90

Protes Pasca TI Dirazia (kik)

banner 468x60

Oknum Polisi Datangi Satpol PP

PANGKALPINANG – Penertiban mesin Tambang Inkonvensional (TI) oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di komplek kantor Gubernur Provinsi Babel, Sabtu (13/12) sore, berujung protes keras dari dua oknum polisi. Keduanya mendatangi kantor Satpol PP dan mempertanyakan mesin milik oknum TNI yang luput dari penertiban.
Kabid Penegakkan Perda Satpol PP Babel Cipto Nugroho dikonfirmasi membenarkan jika, pihaknya didatangi oknum polisi dan meminta untuk tidak tebang pihlih dalam melakukan penertiban tambang-tambang ilegal. “Kami tidak bergeming dan tetap menindak aktivitas tersebut. Mereka juga sempat menyebut agar kami turut menertibkan mesin milik oknum TNI, namun saat sudah bersiap untuk melakukan penertiban, mereka malah tidak mau menunjukkan lokasinya,” kata Cipto, Minggu (14/12).
Ia mengatakan, pihaknya juga telah menghubungi Makorem 045 Garuda Jaya agar mengirimkan anggota polisi militer untuk ikut serta dalam penertiban tersebut. Cipto menegaskan jika pihaknya akan memanggil kedua oknum kepolisian Polda Babel dan akan diverifikasi apakah tambang-tambang tersebut milik mereka apa bukan.
“Kita akan panggil kedua Polisi itu untuk pastikan apakah benar punya mereka apakah bukan dan kami masih menunggu kedatangan kedua anggota tersebut,” ujarnya. Cipto menegaskan, dari hasil informasi yang mereka peroleh di lokasi tersebut tidak ada milik anggota TNI. “Kalau anggota TNI tidak ada karena kami sudah melakukan pengecekan. Mereka saja saya minta untuk antar saya ke lokasi milik TNI tapi mereka malah kabur dan dihubungi melalui poselnya tidak aktif,” tuturnya.
Sebelumnya, dari hasil patroli rutin, diketahui ada aktivitas TI ilegal. Dua unit mesin pun disita petugas berupa mesin pompa air berkapasitas 24 PK. Selain itu, Satpol PP juga menyita sejumlah pipa dan selang yang dipergunakan penambang dalam mencari bijih timah. “Kami juga membakar dua unit sakan yang digunakan penambang untuk mencuci timah. Kegiatan penambangan ini tidak boleh dilakukan karena melanggar Perda Aset,” katanya.
Ia menjelaskan, dua unit mesin tersebut kini diamankan di kantor Satpol PP Babel, untuk disimpan di dalam gudang penyimpanan yang mereka miliki. “Mereka ini beraktivitas di hari-hari libur seperti ini, yakni Sabtu dan Minggu. Mereka juga beraktivitas pada malam hari, saat kami sedang tidak melakukan patroli,” katanya.(cr58)

banner 300x250

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: