banner 728x90

PT AA Grup Akan Dilaporkan ke KPK

Staf Khusus Gubernur Babel, Kombes Pol (Purn) Zaidan

Staf Khusus Gubernur Babel, Kombes Pol (Purn) Zaidan.

*Diduga Babat HL 300 Hektar di Air Seruk

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – PT AA Grup akan dilaporkan Staf Khusus Gubernur Babel, Kombes Pol (Purn) Zaidan ke Komisi Pemberantasan Korupis (KPK). Pelaporan itu atas dugaan pembabatan Hutan Lindung (HL) seluas kurang lebih 300 hektar, di kawasan Desa Air Seruk, Sijuk, Kabupaten Belitung.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, sebelumnya telah menugaskan Kombes Pol (Purn) Zaidan untuk melakukan investigasi mengenai adanya indikasi tersebut. Investigasi juga terkait adanya penolakan tambang kaolin oleh warga setempat.

Zaidan mengatakan, dari hasil investigasi yang dia pimpin banyak ditemukan dugaan-dugaan pelanggaran. Seperti masalah perizinan. Yakni, Izin Usaha Pertambangan (IUP) di kawasan Perawas, sedangkan PT AA Grup beroperasi di Desa Air Seruk.

“Hal itu sudah dilakukan bertahun-tahun. Coba, hitung berapa kerugian negara. Apalagi izin yang dikeluarkan BLHD hanya 400 hektar. Diduga, mereka menambang lebih dari itu,” kata Zaidan, kepada Belitong Ekspres, Selasa (13/3) kemarin.

Tidak hanya itu, aktivitas pertambangan PT AA Grup juga merambah ke perkebunan sawit dan tanah warga yang bersertifikat. Sehingga, berdampak terhadap masyarakat sekitar. Mereka juga sudah melaporkan ke bupati hingga gubernur.

“Mereka (warga setempat) sudah melaporkan ke Gubernur, dan kita sudah diperintahkan untuk turun langsung. Kita investigasi ke lapangan untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskan Zaidan, awalnya perusahaan tersebut berdiri sekitar tahun 1981. Pada tahun 2002, perusahaan tambang itu bangkrut dan memberhentikan hampir seluruh pegawainya. Lantas pada tahun 2014, izin sudah dicabut.

Namun, di tahun 2015 izin kembali terbit, dan hingga tahun 2019 perusahan masih beroperasi. Bahkan lebih parah lagi, mereka tidak memperhatikan masyarakat sekitar yang terkena dampak dari aktivitas pertambangan tersebut.

“Dari lahan itu yang dikuasi perusahaan, sebagian adalah milik dari masyarakat. Sehingga warga meminta agar lahan mereka yang hendak dikuasi, untuk segera dibebaskan,” jelas Zaidan.

Dari hasil investigasi tersebut, dirinya sudah melaporkan dan memaparkan langsung ke Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan. Untuk saat ini Zaidan masih menunggu arahan selanjutnya dari orang nomor satu di Provinsi Babel tersebut.

“Dari saya sendiri, akan melaporkan hal ini ke KPK. Sebab, dalam kasus ini diduga ada kerugian negara. Yakni dugaan mereka membabat Hutan Lindung. Tentunya itu merugikan negara,” tukas Zaidan.

Zaidan menambahkan, dari hasil investigasi selain banyak ditemukan pelanggaran, dia juga menyebut adanya oknum-oknum yang mempermudah dan membackup perusahaan tersebut.

“Kita sudah tahu orang-orangnya siapa yang ada di belakang itu. Kami sudah memberitahukan langsung ke Gubernur. Jadi, kami masih nunggu perintah dan persetujuan dari Gubernur,” pungkas Kombes Pol (Purn) Zaidan. (kin)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: