banner 728x90

Puas Menikmati Wisata Bahari yang Tidak Biasa di Wakatobi

ilustrasi

Kamu mungkin tahu bahwa Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau. Ya, 17.000 pulau! Beberapa di antaranya berstatus destinasi wisata seperti Bali, dan beberapa lainnya masih memiliki suku-suku asli seperti Siberut.

Kepulauan Wakatobi adalah salah satu yang sangat lambat dalam pembangunan pariwisatanya, namun sangat dianjurkan bagi mereka yang menginginkan keindahan wisata bahari, dan mendukung praktik pelesir beretika. Kabar baiknya, Wakatobi juga dikenal memiliki salah satu situs menyelam terbaik di dunia.

Kepulauan Wakatobi terdiri dari empat pulau di Sulawesi Tenggara. Nama Wakatobi berasal dari akronimi gabungan nama empat pulau di sana, yakni WAngi Wangi, KAledupa, TOmia dan BInongko. Pulau Wangi Wangi adalah destinasi yang memiliki infrastruktur paling maju untuk wisatawan, diikuti oleh Tomia, Kaledupa (dan Hoga) dan Binongko yang masih sangat perawan.

Wakatobi tampaknya memiliki sedikit lebih banyak clima bermediasi. Biasanya ada musim hujan dari Desember hingga Maret lalu perlahan mulai membaik. Desember hingga Maret: Waktu ketika hujan deras menghantam pulau-pulau. Ada banyak nyamuk, hujan besar dan angin kencang. Ini bukan waktu yang ideal untuk dikunjungi.

Adapun waktu terbaik untuk berkunjung adlaah pada September hngga akhir November, di mana tidak ada hujan, tidak ada angin dan tidak ada ombak ganas. Kondisi sempurna untuk menyelam. Suhu lautnya pun hangat.

Untuk mencapai Wakatobi, kamu harus terbang ke Kendari. Seluruh maskapai penerbangan nasional melayani rute ini, terutama yang berasal dari titik keberangkatan di Jakarta. Untuk kenyamanan maksimal, Garuda Indonesia adalah pilihan terbaik untuk layanan full-flight, lengkap dengan fasilitas hiburan berkualitas, layanan rumah, serta makanan yang lezat.

Dari Kendari, kamu akan diarahkan menaiki fery atau kapal cepat menuju Wangi Wangi yang menjadi pusat Kepulauan Wakatobi. Ada satu perahu lambat (kayu) yang berlayar dari Wangi Wangi ke Kaledupa (dan kemudian Tomia). Untuk menuju Kaledupa membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam dan waktu yang sama dengan Tomia. Kapal cepat dimulai dari Wangi Wangi pada siang hari,  dan memakan waktu sekitar 1,5 jam ke Kaledupa dan satu jam lagi ke Tomia.

Semua ini dapat berubah jika sesuatu terjadi (seperti Ramadan, permintaan khusus, atau acara lainnya) jadi sebaiknya tanyakan kepada penduduk setempat tentang kondisi di lapangan. Mereka mungkin tahu lebih tepat dari panduan apapun di internet.

Menjelajah Kepulauan Wakatobi

Wangi Wangi

Wangi berarti ‘berbau harum’ dan Wangi Wangi berarti ‘wanginya sangat harum. Ini adalah pulau terbesar di Wakatobi yang dihuni sekitar 40.000 orang. Sebagian besar turis biasanya berhenti di sini pada saat kedatangan. Ada banyak guesthouse, restoran, toko kelontong, dan operator menyelam.

Wanci adalah ibu kota Wangi Wangi dan itu sebenarnya adalah kota yang sangat menyenangkan. Tidak banyak turis, dan orang-orangnya sangat ramah, menyapa di setiap sudut. Ada beberapa titik penyelaman yang bagus di sini, di mana dapat dipandu oleh jasa operator lokal yang berpengalaman.

Hoga

Hoga adalah pulau surga kecil yang sangat dekat dengan Kaledupa. Pulau ini memiliki pantai berpasir putih, pohon-pohon palem dan karang yang sangat indah untuk snorkeling dan menyelam. Ini adalah pulau kecil yang memiliki sedikit penduduk, dan sebagian besar bekerja di bidang pariwisata.

Kamu bisa datang ke pulau ini dengan perahu reguler dari Wangi Wangi. Jika air surut, kamu harus menggunakan perahu kecil (ojek) untuk sampai ke pulau Hoga karena laut yang dangkal.

Dari Oktober hingga Maret ada masalah besar dengan sampah yang berasal dari laut, tapi selalu dibersihkan ramai-ramai oleh warga, dan kamu bisa turut serta di dalamnya untuk berkontribusi pada alam.

Kaledupa

Pulau utama kedua di Wakatobi, yang memiliki beberapa desa tetapi tidak ada pantai yang sangat bagus untuk bersantai. Pantai di sini sangat praktis – dibuat untuk memancing, memanen alga, dan mengambil pasir atau karang untuk bahan bangunan. Ada banyak mangrove dan orang-orang tumbuh agar-agar di sini (disebut rumput laut). Biasanya turis tinggal di desa Bajo untuk mengunjungi desa Kasuari di Kaledupa, di mana menjadi lokasi terbaik untuk mengamati dan berinteraksi langsung dengan kehidupan suku laut nomaden Bajo.

Tomia

Banyak orang mengatakan Pulau Tomia memiliki situs penyelaman terbaik di Wakatobi, dan itu memang benar. Tidak ada kerusakan atau pemutihan dan ada banyak ikan yang berbeda. Resor Wakatobi Dive yang terkenal dan mewah ada di sini, di pulau kecil Tolandona dekat Tomia.

Perahu dari Wangi Wangi atau Kaledupa membawa wisatawan berlayar ke dermaga di desa Waha, tempat di mana sebagian besar homestay berada. Tidak sampai 20 menit dari lokasi ini, kamu akan segera menemukan ‘gerbang surga’ menuju berbagao lokasi snorkeling dan penyelamat terbaik di Wakatobi. (**)

Related Search

Tags:
author

Author: