banner 728x90

Rapor Erzaldi Tertinggi

banner 468x60

* Bustami: Netralitas Responden Perlu Dipertanyakan

foto-hl

LPPUI dan Bustami Rahman Saat Jumpa Pers, Kemarin.

LABORATORIUM Psikologi Politik Universitas Indonesia (LPPUI) merilis, nilai rapor Erzaldi Rosman tertinggi dalam survei kapabilitas dan integritas moral sebagai Calon Gubernur Bangka Belitung (Cagub Babel) 2017.

banner 300x250

Survei pakar “Menakar Kandidat Babel” pimpinan Hamdi Muluk ini menilai dua dimensi terpenting yang harus dimiliki oleh pemimpin politik, yakni kapabilitas dan karakter personal yang dibagi menjadi integritas moral dan stabiltas emosi.

Dari survey tersebut, dari skala 1 sampai 10, Erzaldi unggul dengan kandidat lain pada aspek kapabilitas dengan nilai 6,84 disusul landidat lain.  Pada aspek karakter personal, Erzaldi masih mendapat nilai tinggi pada integritas moral dan stabilitas emosi. Sebagaimana dikatakan Hamdi Muluk, di Puri 56, Selasa (13/9) kemarin.

“Kita pilih 100 pakar di Babel dari database kita, tarik secara acak 100 orang yang mana pendapat mereka didengar masyarakat. Dan ini merupakan partisipasi publik yang rutin dilakukan oleh Lab Psikologi Politik UI,” urai Hamdi.

Ditambahkannya, tidak ada kandidat Gubernur Babel yang terlalu menonjol dari metode penilaian yang di analogikannya seperti memilih Balon D’or (pemain bola terbaik dunia,red). Para expert ini menurut Hamdi lebih objektif dalam memberikan penilaian dan lebih netral.

“Mereka kita sengaja mencari yang lebih mengamati secara dekat dan informasi lebih banyak, dan detil dibanding masyarakat awam. Berbeda dengan survei lain, kita contohkan memilih balon d’or, 100 orang mewakili masyarakat Babel, mereka yang menilai 10 calon berpotensi besar menjadi kandidat Babel 1,” jelasnya.

Lebih jauh, dalam simulai terbuka tanpa nama tokoh, Erzaldi masih menjadi top of mind para opinion leader yang menilai. Dengan tingkat keterpilihan sebesar 42 persen, disusul calon lainnya yaitu 2 incumbent yang ada sekarang.  “100 orang ini yang berpartisipasi pada survey ini adalah opinion leader. Mereka merupakan tokoh yang pendapatnya didengar, ini yang kita jaring berikan penilaian, sepuluh tokoh yang dinilai yakni Darmansyah, Erwandi A Rani, Erzaldi, Hidayat Arsani, Maulan Aklil, Sahani, Sukirman, Rustam Effendi, Yusron Ihza, dan Yusroni Yazid,” tukasnya.

Sementara, mantan Rektor UBB, Bustami Rahman yang hadir dalam konferensi pers itu menilai, pemilihan 100 responden itu netralitasnya perlu dipertanyakan. Dengan munculnya nilai yang ada dia juga menilai mutu demokrasi di Babel tidak begitu baik, keterlibatan masyarakat akan sangat berkurang.

“Dari nilai ini kita bisa melihat keterlibatan masyarakat awam dalam memilih akan kecil. Karena tidak ada kandidat yang betul-betul  menonjol. Tapi yang nilainya tinggi belum tentu jadi jaminan dan dicalonkan,”tukasnya.

Setidaknya, Erzaldi lebih popular dibanding 9 kandidat lain sehingga nilai yang muncul dari survey tersebut dia yang tertinggi. “Karakternya lebih menonjol, kapabilitas dia sebagai bupati memang menonjol, tidak tahu kalau untuk Provinsi, setidaknya dia lebih populer. Bisa juga penilaian ini, dari membandingkan dengan diri sendiri dulu, baru melihat tokoh lain, komparasi. Kalau nilainya seperti ini tidak ada kandidat yang hebat bisa jadi golput akan tinggi,” tutupnya.

Golput Tinggi?
Di sisi lain, Prof Dr Bustami Rahman mengaku khawatir angka partisipasi pemilih dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Babel 2017 rendah atau angka Golongan Putih (Golput) meningkat. Bustami merasa pesimis setelah melihat hasil survei LPPUI, dimana dari hasil survei itu nilai rapor para bakal calon di Babel terbilang rendah dari provinsi lain.

“Saya merasa prihatin tingkat golput sangat tinggi. Kita lihat seberapa jauh partisipasi pemilih, itu bagian dari tingkat demokrasi yang lebih baik,” ujarnya saat Jumpa Pers LPPUI di Puri 56 Pangkalpinang, Selasa (13/9).

Dari hasil survei LPPUI, rata-rata nilai rapor calon masih dibawah 7. Oleh karenanya, imbuh dia, setidaknya para calon mengantongi nilai 6.5 agar memperoleh simpati masyarakat.  “Angka Golput tinggi saya menjamin itu, nilai menunjukkan sebenarnya menunjukkan potensi, saya kira angka diatas 6.5, cuma kalau dibawah itu orang lebih cenderung dirumah nonton,” katanya lagi.

Dilanjutkan Bustami, rendahnya angka partisipasi terlihat dari tingginya koresponden yang belum menentukan calon yang akan dipilih nanti.  “Ini tidak bagus, karena tak melakukan tanggap ingin menunjukkan keterlibatan, orang lebih banyak memilih dirumah atau nonton tv,” imbuhnya.

Menurut Bustami, seorang calon harus memiliki kapabilitas yang tinggi agar mencuri perhatian masyarakat.  “Saya kira komunikasi politik Erzaldi bagus dibanding yang lain, karakter juga lebih menonjol. Kapabilitas didaerah juga baik, cuma tidak tahu tingkat provinsi,” terangnya.(tob/fiz)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Rapor Erzaldi Tertinggi,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: