banner 728x90

Realisasi Pajak Daerah Baru Rp 19 M

PANGKALPINANG – Sektor pajak daerah nampaknya menjadi tugas berat bagi Pemkot Pangkalpinang di tahun ini. Pasalnya, kendati sudah berjalan hingga Juni, namun realisasi pajak daerah Kota Pangkalpinang baru mencapai 26,97 persen dari target sebesar Rp72,75 miliar.

Kabid Pendapatan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Pangkalpinang Fitriyanto mengatakan, realisasi pajak daerah Kota Pangkalpinang pada Juni mencapai Rp19,6 miliar. Capaian tersebut menurutnya sangat jauh dari target yang diharapkan.

“Secara global capaiannya sangat rendah. Idealnya kalau sudah berjalan enam bulan atau setengah tahun mestinya sudah mencapai 50 persen,” ungkap Fitriyanto kepada Babel Pos, Selasa (21/6) kemarin.

Menurut Fitriyanto yang disapa Dedek ini bahwa rendahnya capaian pajak daerah ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya tingginya target, minimnya kepatuhan dan ketaataan wajib pajak dan perekonomian yang menurun. Selain itu, banyaknya usaha masyarakat yang tutup akibat banjir.

“Disini kita melihat edukasi masyarakat yang belum bersahabat. Contohnya, baru-baru ini penerapan pajak restoran 10 persen malah bergejolak. Padahal itu hanya meneruskan kebijakan lama, tapi nyatanya para pengusaha kuliner malah demo dan ngadu sana sini,” beber Dedek.

Melihat capaian realisasi ini, Dedek pun merasa pesimis jika target pajak daerah yang ditetapkan Rp72,75 miliar tahun ini tercapai. Karena untuk merealisasikan target tersebut dirasakan sangat sulit untuk dipenuhi.

“Ya insya Allah tidak tercapai dan memang harus kita akui itu. Nah, salah satu solusinya ialah menurunkan target. Makanya target ini akan direvisi kembali pada APBD Perubahan tahun ini,” tandasnya. (pas)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: