banner 728x90

Ronal dan Galuh Bebas

banner 468x60

*Anggota Satpol PP Cabut Laporan
*Kedua Belah Pihak Sudah Berdamai

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Kepala UPTD Tanjungpendam Ronal Irawan dan petugas keamanan (security,red) Galuh Herlambang, akhirnya bisa menghirup udara segar. Keduanya keluar dari sel tahanan Polsek Tanjungpandan, setelah kasus dugaan pengeroyokan anggota Satpol PP Belitung Rizali dapat diselesaikan secara damai dan laporan dicabut.

banner 300x250

Penyelesaian kasus itu melalui rapat tertutup yang dilakukan jajaran pejabat Pemda Belitung, pihak UPTD Tanjungpendam dan Polres Belitung, Senin (11/9) kemarin. Rapat ini dihadiri Bupati Belitung Sahani Saleh, Kapolres Belitung AKBP Sunandar, Kasatpol PP Kabupaten Belitung Alkar, Kapolsek Tanjungpandan AKP Gineung Praditina, dan KBO Satreskrim Polres Belitung Iptu Karyadi.

Hasil dari rapat tertutup terkait kericuhan yang terjadi di Pantai Tanjungpendam, Minggu (4/9) lalu, korban Rizali alias Kulok menyatakan mencabut laporannya. Sebab, kedua belah pihak sudah berdamai. Karena itu, Jajaran Kepolisian menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara Alternatif Dispute Resolution (ADR).

Kapolsek Tanjungpandan AKP Gineung Praditina mengatakan, penyelesaian permasalahan melalui proses ADR merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak, dan permintaan dari pejabat, tokoh masyarakat di Kabupaten Belitung.

Menurut AKP Gineung, penyelesaian perkara dengan cara ADR memang dibenarkan dalam institusi Polri. Hal Itu didasari dengan keputusan Kapolri nomor polisi : B/3022/XII/2009/sdeops/ tanggal 14 Desember 2009, tentang penanganan kasus melalui ADR.

Kapolsek jebolan AKPOL tahun 2008 ini menjelaskan, salah satu putusan dari ADR ini Pasal 170 KUHP, Tentang Pengeroyokan (penganiayaan), pelapor tidak mengalami luka berat atau meninggal dunia. Dan, korban sudah mencabut laporan serta Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Akhirnya kasus ini sudah selesai. Semua proses mulai pencabutan laporan dan BAP sudah dilakukan. Kami berharap, setelah ini hubungan keduanya bisa lebih baik dan solid,” pungkas AKP Gineung Praditina.

Sementara itu, Galuh dan Ronal tak bisa memnyembunyikan rasa kebahagiaannya. Sebab, perkara yang sempat membuat keduanya mendekam di sel tahanan Polsek Tanjungpandan selama beberapa hari, kini sudah selesai.

“Alhamdulilah kami senang bisa bebas,” ujar Galuh. Meski begitu, untuk saat ini, mereka berdua masih belum bisa berkomentar banyak terkait masalah tersebut.

Sebelumnya, Bupati Belitung Sahani Saleh, mengatakan, pihaknya memang terus berupaya untuk mendamaikan kedua belah pihak, antara Kepala UPTD Tanjungpendam Ronald Irawan, dan Rizali (Pol PP) Kabupaten Belitung.

“Untuk pembelaan keduanya akan dilakukan mediasi, setelah itu dirundingkan dengan Bapak Kapolres, serta instansi hukum terkait,” ujar Bupati kepada Belitong Ekspres, sebelum pertemuan tertutup membahas mediasi tersebut.

Mengenai masalah tindak pidana menimpa Ronal yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Daerah (Pemda) Belitung, Bupati masih melihat kode etik dan proses hukum yang sedang berjalan saat ini.

“Jika memang tidak ada titik terang yang biarkan tetap berlanjut. Kalau pada prosesnya Ronald tetap bersalah, ya akan tetap dilakukan sesuai hukum dan kode etik,” kata Sanem, di Polres Belitung, kemarin.

Mengenai kabar yang beredar, Kasatpol PP Kabupaten Belitung Alkar dan Kepala UPTD Tanjungpendam Ronal akan di nonjobkan, pria yang akrab disapa Sanem ini, belum bisa berkomentar banyak.

Lagi-lagi, dia mengembalikan masalah ini sesuai kode etik. “Kita akan lihat dari kode etik. Jika memang keduanya melanggar kode etik, maka mereka akan menindak sesuai aturan yang ada,” pungkas Sanem. (kin)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Ronal dan Galuh Bebas,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: