banner 728x90

RSUD Miliki Piutang ke BPJS Rp400 Juta

banner 468x60

 

MANGGAR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) ternyata memiliki piutang sebesar kurang lebih Rp400 juta kepada BPJS yang terhitung dari tahun 2013 hingga 2017. Hal ini disampaikan oleh Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Beltim, Sarjono saat berbincang dengan Belitong Ekspres, Kamis (26/10) kemarin.
Piutang itu sebut Sarjono berasal dari warga masyarakat yang kartu BPJS nya tidak aktif. Untuk di tahun 2017 saja, per Januari, Februari, Maret itu berkisar Rp 79 juta.
“Sejauh ini juga kami sudah diundang DPRD Beltim terkait pernyataan masalah pembayaran itu. Kami dari pihak RSUD Beltim yang saat ini juga sudah menjadi BLUD maka tetap berpedoman pada Permendagri nomor 61 tahun 2007 tentang BLUD masalah pembayaran piutang,” ungkap Pria berkacamata yang akrab disapa Sarjon.
Sarjon melanjutkan, jika tetap proses piutang itu dilakukan penagihan, maka pihaknya akan membentuk tim nantinya, dengan cara mendatangi dari rumah ke rumah warga masyarakat.
“Dan jika memang nantinya warga masyarakat sudah tidak mampu baru nanti dihapuskan hutang itu. Jadi hingga saat ini itu belum dihapuskan, makanya nilai tersebut cukup besar. Ini dikarenakan pihak Pemerintah Daerah juga belum membentuk tim untuk penagihan,” terang Sarjon.
Mengapa sempat adanya piutang itu, Sarjon mejelaskan karena banyak kartu yang tidak aktif, dan peserta BPJS/pemegang kartu 2016 sebanyak 23 ribu itu tidak secara otomatis langsung didaftarkan. Lantaran Bappeda dan Dinas Sosial Beltim mau mereview data tersebut akan menyesuaikan dengan basis data terpadu yang mereka miliki.
“Jadi yang daftar itu seharusnya dari mereka (Bappeda dan Dinsos) yang mengirimkan ke Dinas Kesehatan dan Dinas kesehatan lah yang akan mendaftarakan. Dan itulah permasalahan yang ada saat ini,” ucap Sarjon.
Untuk itu ditambahkan Sarjon sebenarnya tahun 2017 ini dapat kouta 24 ribu, tapi hingga hari ini baru terdaftar 20.374 jiwa. Karena itu dana yang dialokasi sebesar Rp6,6 milliar sempat didrof dan dikembalikan ke daerah. Hal itu juga nanti akan mengakibatkan Silpa.
“Perhitungan Rp.6.6 miliar itu adalah 24 ribu jiwa dikali 23 ribu kali 12 (bulan) dan itulah ketemunya angka 6.6 tersebut. Dan yang menjadi masalah ada penduduk yang ber-KTP Beltim dengan BPJS tidak aktif sampai dirawat. Apalagi misalnya ada tindakan dan mereka tidak membayar, itu yang terkadang menajdi masalahnya,” sebut Sarjon.
Oleh sebab itu, Sarjon berharap Bappeda dan juga Dinas Sosial nantinya berapa pun yang terdaftar ditahun 2017 ini agar segera didaftarkan, per 1 Januari 2018. Hingga proses pendaftaran akan segera dilakukan. Agar tidak terjadi seperti tahun lalu.
“Jangan sampai nanti terjadi ditahun lalu. Yang jelas estimasi pihak RSUD per 31 Desember 2017 nanti itu bisa 22.734 sebagian besar itu sudah masuk BDTnya mereka. Dan tahun depan kebetulan Kita mendapatkan tambahan biaya bukan 24 ribu lagi tapi sebesar 32 ribu. Untuk itu Kami ingin nantinya semua segmen masyarakat akan tercover nantinya melalui BPJS,”tandasnya. (feb)

banner 300x250

 

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: