banner 728x90

Saat Bencana Datang, TI Apung Nyelonong

banner 468x60

MUNTOK – Konsentrasi Masyarakat Desa Belo Laut Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat menghadapi  bencana banjir dan putusnya jembatan terpaksa terbagi.   Hal itu dikarenakan masuknya 10 unit Tambang Inkonvensional (TI) rajuk di laut setempat sejak Minggu (29/1).

Warga yang sebelumnya sibuk membersihkan rumah dari sisa lumpur terpaksa ditinggalkan dan langsung berkumpul menuju pantai. Mereka berkumpul guna mengusir ponton TI rajuk yang ingin menambang pasir timah. Masyarakat Belo Laut sendiri sudah konsisten menolak semua jenis tambang laut.

banner 300x250

Sunan salah satu warga mengatakan kalau laut merupakan tempat masyarakat mencari nafkah. Untuk itu dirinya minta agar penambang menarik semua ponton keluar laut Belo Laut.  “Kami minta stop semua aktifitas penambangan jangan buat kami marah karena sekarang kami sedang dilanda musibah banjir,” ujarnya Minggu (29/1).

Sementara mantan Ketua BPD Belo Kamis enggan berbicara dan dia hanya memberi informasi saja kepada awak media kalau warga sudah berkumpul di pantai guna mengusir ponton TI rajuk.  “Jangan ku lah yang laen bae,” tandasnya sembari menaiki sepeda motornya Minggu (29/1).

Aksi pengusiran oleh warga terus berlanjut hingga Senin (30/1) karena pekerja TI rajuk terus ngotot bekerja. Warga langsung ke laut dan menarik ponton TI  rajuk menggunakan perahu nelayan namun hanya berhasil menarik 2 unit sisanya menjauh dari laut Belo.”2 ditarik nelayan dan 8 menjauh,”ujar Suhaidir saat menghubungi harian ini.

Camat Muntok Sukandi yang turun ke lapangan mengharapkan penambang menghentikan aktifitasnya karena terjadi gejolak. Dia berharap penambang menghormati keputusan masyarakat yang menolak apa lagi ini orang sedang sibuk ngurus musibah banjir.”Kita minta dihentikanlah jangan membuat suasana tidak kondusif,” ujarnya.(his)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: