banner 728x90

Sanksi Pencabutan Bansos Menanti Ortu

//Bagi yang Biarkan Anak Berkeliaran Malam

MANGGAR – Sanksi pencabutan bantuan sosial dan fasilitas sosial akan dikenakan kepada setiap orang tua yang membiarkan anak remaja mereka berkeliaran di jam malam. Hal tersebut termasuk dalam draf peraturan Bupati tentang pemberlakukan jam malam bagi remaja yang hampir rampung disusun.

“Hukumannya berupa pencabutan bantuan sosial atau fasilitas sosial yang diberikan pemerintah atau Pemda. Seperti pencabutan bantuan beras miskin atau program keluarga harapan atau fasilitas lain bantuan sosial,” ungkap Plt Kasatpol PP Beltim, Ronny Setiawan kepada wartawan, Senin (23/4) kemarin.

Dikatakan Ronny, tentunya sanksi juga diberikan kepada remaja yang kedapatan berada diluar rumah pada jam malam. Namun sanksi bagi remaja masih dibahas agar menyesuaikan dengan peraturan daerah.

“Kriteria yang berkaitan dengan sanksi sosial diberikan kepada orang tua atau wali diluar remaja yang juga menerima sanksi yang diatur oleh peraturan daerah itu sendiri, tentang penanggulan kenakalan remaja,” kata Ronny.

Menurut dia, sanksi yang diterapkan bukan semata-mata hanya diterima oleh remaja yang melakukan pelanggaran tetapi orang tua atau wali juga ikut bertanggungjawab atas itu. Karena bagaimana pun juga remaja atau anak-anak yang masih dibawah umur merupakan tanggungjawab orang tua atau wali. “(Orang tua, red) harus ikut sama-sama menjaga anak muda yang masih tanggungjawab mereka,” sambung Ronny.

Dijelaskan Ronny, pemberlakuan jam malam merupakan melaksanakan amanat peraturan daerah tentang penanggulangan kenakalan remaja. Salah satunya ada ketentuan pasal yang mewajibkan organisasi pembina Tramribum (Satpol PP) untuk menerapkan jam malam bagi remaja di Beltim.

“Draf atau konsepnya sudah hampir selesai kita bahas tinggal mungkin nanti finalisasi terkait dengan tata cara penyusunan peraturan perundang-undangan. Kita sampaikan ke bagian hukum tapi secara substansi sudah clear,” sebutnya.

Ronny menyebut ada beberapa hal didalam rancangan pemberlakukan jam malam bagi remaja. Pertama, batasan jam malam bagi remaja untuk keluar rumah, paling malam jam 10 dan berakhir jam 5 pagi. Kedua, ada pengecualian bagi remaja yang keluar malam tapi harus didampingi orang tua, wali atau oleh panitia penyelenggara kegiatan yang melibatkan anak remaja yang dibuktikan dengan surat keterangan.

“Itu tidak memperhitungkan apakah itu malam minggu, malam libur atau malam sekolah, ya semua seperti itu. Jam malam berlaku setiap malam,” terang Ronny.

“Pengawasannya kita minta melibatkan semua pihak di masyarakat. Bukan semata-mata Satpol PP atau pemerintah tetapi juga masyarakat juga harus berperan aktif untuk membantu program pemerintah dalam rangka meminimalisir penyakit masyarakat terkait dengan remaja akibat melanggar jam malam,” ulasnya. (msi)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: