banner 728x90

Sartoni Senang Ikut Ngelasak

*Ngelasak Surang, Stand Up Comedy versi Belitong

MANGGAR – Ngelasak atau membawakan cerita lucu baik itu cerita dari realita maupun rekaan dengan menggunakan bahasa Belitong merupakan hal yang biasa dilakukan oleh Sartoni (46). Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tambang ini biasanya ngelasak di hadapan kawan dan keluarga, baik di kedai kopi maupun di berbagai kesempatan. Namun baginya ngelasak di atas panggung dan di hadapan penonton yang tidak dikenal merupakan pengalaman pertama baginya.

“Ini baru pertama kali ngelasak di panggung. Biasanya cuma di kedai kopi sama-sama kawan-kawan atau keluarga,” ungkap Sartoni kepada wartawan saat mengikuti Lomba ‘Ngelasak Surang’ (Stand Up Comedy versi Belitong) di Halaman Perpustakaan Umum Daerah, Jum’at (30/1) kemarin

Sartoni yang membawakan cerita seorang kakek penjual ikan ini mengaku senang dapat membuat penonton atau yang mendengarkan Ia ngelasak tertawa. Meski tidak menang dalam lomba atau dibayar saat ngelasak Ia tetap senang asal dapat membuat pendengarnya terhibur.

“Harusnya sering-sering ada acara ini. Ngelasak kan budaya tradisi orang Belitong, harusnya ngelasak itu dilestarikan. Dengan acara ini sekaligus dapat mengenalkan bahasa-bahasa Belitong yang sudah jarang terdengar dalam percakapan kita sehari-hari,” ujar Sartoni.

Pria asal Desa Gantung Kecamatan Gantung ini berharap jika dikemudian hari diadakan lagi Lomba Ngelasak, panitia sebaiknya memberikan informasi jauh-jauh hari sehingga yang ikut daftar dan menonton lebih banyak.

“Mewakili peserta hari ini, harusnya panitia banyak-banyak ngasih info dan sudah sosialisasi jauh hari. Saya yakin yang ikut akan lebih banyak dari pelosok Beltim ini. Terus juga aturan dan temanya juga diinfokan biar tahu,” saran Sartoni.

Panitia sekaligus juri lomba Ngelasak Peby Jayanti menjelaskan Lomba Ngelasak Surang ini merupakan bagian dalam rangkaian kegiatan memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Beltim ke 12 sekaligus Pameran Pesta Buku.

“Banyak yang lucu-lucu. Pesertanya dari pelajar dan umum. Pemenang dinilai berdasarkan penampilan ekspresi, gaya bahasa, dan kreatifitas cerita,” terang Peby.

Lomba ngelasak diikuti oleh 13 orang peserta. Panitia akan mengambil tiga orang pemenang dan rencananya pemenang pertama akan ditampilkan dalam Pesta Hiburan Rakyat Bulan Februari mendatang. Pengumuman pemenang dan pengambilan hadiah Lomba Ngelasak akan dilakukan Hari Minggu (1/2) besok, bersamaan dengan lomba-lomba lainya. (feb)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: