banner 728x90

Satpol PP Grebek Pabrik Arak

*Proses Pembuatan Miras Arak Dalam Kandang Babi

DAMAR-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Disperindagkop dan Kesbangpol, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) bersama jajaran kepolisian menggrebek lokasi pembuatan minuman keras (Miras) jenis arak di kandang babi Dusun Kebun Sayur Desa Mengkubang Kecamatan Damar.

 

Terbongkarnya lokasi pabrik pembuatan arak ini setelah Satpol PP membawa salah seorang anak yang ditangkap saat mengkonsumsi arak di kawasan Bukit Samak, Ahad (10/7) malam. Tanpa ragu, anak tersebut menunjuk lokasi pembelian arak di rumah warga bernama Apo (44). Apo pun saat bisa berkelit lagi.

 

Sang pembuat Miras arak itu, mulanya berusaha mengelak dengan wajah pura-pura tidak tahu. Untungnya anggota Satpol PP Beltim langsung penyisiran dan ditemukan 13 drum berisi fermentasi beras dan ragi di sebelah kandang babi. Selain itu, juga ditemukan juga 11 jerigen, ragi 4 bungkus dan arak siap jual dalam kemasan botol.
Racikan arak ternyata dibuat dalam kandang ternak babi sekaligus dapur masak makanan babi milik warga tersebut. Awalnya tidak ada yang bakal menduga ada pembuatan arak di dekat kandang babi tersebut.

 

Bau menyengat membuat lokasi pembuatan arak agak terselubung. Untuk mengelabui petugas, fermentasi arak disembunyikan di antara makanan ternak babi yang sangat berbau yang tidak sedap.

Ikut dalam penggrebekan, Kasatpol PP, Sudiono, Kepala Disperindagkop Syahrial dan Kepala Kesbangpol Yusmawandi, juga anggota DPRD Beltim, Koko Haryanto yang juga merupakan warga Kecamatan Damar, dan Camat Damar, Hendrajaya.

 

Mereka serentak menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap temuan tersebut. Apalagi diketahui sebelumnya, anggota Satpol PP melakukan penangkapan terhadap 5 orang anak di bawah umur yang kedapatan mengkonsumsi minuman haram itu.

Berdasarkan pengakuan Apo, arak yang dibuatnya untuk keperluan persembahyangan di Kelenteng dan upacara kematian warga etnis Tionghoa. Kalau pun menjual bebas, pembeli harus orang dewasa dan tidak dijual pada anak dibawah umur.

“Dak semuanya (arak, red) kualitas bagus. Kalau yang tidak bagus, dijadikan campuran untuk makanan babi,” terang Apo saat memberikan keterangan kepada petugas.

Menurutnya, untuk menghasilkan satu jerigen arak (20 liter, red) tidak mudah dan dibutuhkan proses panjang. Setidaknya didiamkan lebih dari 10 jam dalam keadaan tertutup.

“Kita jualnya per kampel. Harganya Rp. 15 ribu. Ini juga lagi kosong, baru bikin lagi, dan biasa yang dijual dalam kemasan botol berisi 2,5 liter biasa dijual dengan harga Rp,50 ribu,” aku Apo enteng.

Dari temuan 13 drum arak yang masih proses fermentasi, diamankan sebanyak 4 drum, selainnya dimusnahkan di lokasi dengan cara dibuang begitu saja. Sedangkan barang bukti lainnya sebanyak 11 jerigen, arak kemasan botol, dan 4 bungkus ragi untuk bahan pembuatan arak, diamankan di Mapolres Beltim. Rencananya dalam waktu dekat barang bukti tersebut akan dimusnahkan oleh jajaran forkominda Beltim.

 

Kasatpol PP Beltim, Sudiono, membenarkan bahwa penemuan pabrik arak ini pasca tertangkapnya beberapa orang anak di bawah umur yang mengkosumsi arak yang dibeli di lokasi di Kecamatan Damar.

 

“Semua barang bukti sudah di Mapolres dan akan dimusnahkan oleh jajaran forkominda bersamaan arak sitaan yang ada di Mako Satpol PP Beltim dalam waktu dekat ini,” jelas Sudiono kepada Belitong Ekspres.

 

Di sisi lain, Kepala Disperindagkopal Beltim, Syahrial dan Kepala Kesbangpol Beltim, Yusmawandi, mengatakan penggerebekan itu merupakan langkah tegas Pemkab Beltim untuk memberantas miras berjenis arak. Sebab, akibat miras sudah banyak korban, dan akar dari segala kriminal. Oleh karenanya kedepan diharapkan jangan ada lagi pabrik arak untuk dijual bebas di pasaran dengan sasaran genarasi muda.

 

“Kita akan tegaskan bahwa tidak ada lagi pabrik arak ini, karena selain dijual bebas oleh pemilik/pembuat membuat para penikmatnya. Terutama oknum generasi muda/anak di bawah umur, yang sering melakukan hal yang tidak diinginkan terutama yang berkaitan dengan hal kriminal,” sebut Yusmawandi.

 

Penggrebakan pabrik arak ini sempat menjadi perhatian warga setempat karena dipenuhi oleh anggota Satpol PP dan Kepolisian. Dan pelaku pembuatan atau pemilik arak hingga saat ini masih akan dimintai keterangan lebih lanjut. (feb)

 

Related Search

Rate this article!
author

Author: