banner 728x90

Satpol PP Komitmen Berantas Miras Oplosan

*Peran Serta Masyarakat Untuk Melapor Sangat Dibutuhkan

MANGGAR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung Timur (Beltim), akan terus mengawasi peredaran minuman keras (Miras) oplosan yang belakangan ini sering dikonsumsi oknum anak muda di Beltim.
Maraknya peredaran Miras oplosan saat ini telah banyak memakan korban. Sebagaimana tercatat di RSUD Beltim, sepanjang bulan Januari hingga Agustus 2015 in, Miras oplosan telah memakan sembilan orang korban. Dua di antaranya meninggal dunia dan tujuh korban lain sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Beltim.
Kasatpol PP Beltim, Sudiono melalui Kasi Ops dan Penindakan, Nazirwan mengatakan, banyaknya jatuh korban akibat Miras oplosan ini tentu akan menjadi evaluasi. Satpol PP juga akan terus konsisten pada pengawasan peredaran Miras oplosan, agar tidak makan korban nyawa lagi.
“Dengan sering kali diadakan penertiban juga sudah mengurangi peredaran Miras dengan cara terbuka. Hanya saja ada penjualan yang dilakukan pedagang secara main kucing-kucingan (sembunyi-red) dengan anggota kita,” terang Nazirwan kepada Belitong Ekspres, Rabu (12/8) kemarin.
Untuk itu, kembali mengatakn, Satpol PP akan terus berupaya mengawasi peredaran Miras yang tidak berizin. Dengan cara tersebut, peredaran miras tidak akan tersebar luas di masyarakat yang berpotensi menciptakan masalah sosial dan mengganggu ketertiban umum.
Selain itu, juga diharapkan peran serta masyarakat untuk sama-sama berkomitmen dalam hal pemberantasan Miras ini. Seperti tercantum dalam Perda Tibum dalam subtansi pasal mengatakan peran serta masyarakat dalam menjaga Trantibum.
“Peran serta masyarakat benar-benar sangat dibutuhkan. Sebab dengan personil yang ada belum bisa menjalankan tugas sampai ke tempat-tempat yang jauh secara rutin. Oleh karena  itu, diharapkan jika mengetahui adanya Miras, apalagi dengan oplosan dan hal Trantibum dapat melaporkan ke Satpol PP atau pihak yang berwajib,” pinta Nazirwan. (feb)

Related Search

Tags:
author

Author: