banner 728x90

Sekda Bangka, Fery Insani:, Babi Harus Keluar!

banner 468x60

banner 300x250

 

 

* Dihalangi Oknum, Emosi Warga Nyaris Tersulut

URUSAN babi yang tak kunjung menemui titik terang, akhirnya membuat Sekda Bangka, Fery Insani murka juga.

——————–

”KARENA ini sudah gaduh, saya minta tutup dan pindahkan semuanya. Kalau tidak mau keluar, anda keluarkan dari lingkungan ini dulu ke tempat mana saja yang tidak menimbulkan masyarakat gaduh. Pokoknya harus keluar dari sini,” demikian penegasan Sekda Bangka, Fery Insani kepada pemilik peternakan babi yang terlihat masih berupaya berkelit.
Sementara itu, pemilik peternakan babi, CV KJF, Edwin Sabtu (2/12) lalu akhirnya hadir dan bertemu masyarakat berjanji mengikuti keinginan warga. Sekda Bangka Fery Insani yang turut hadir meminta dengan tegas agar babi tersebut dikeluarkan dari peternakan segera mungkin.
Pemilik peternakan babi, Edwin dihadapan Sekda Bangka dan masyarakat sekitar berjanji akan mengeluarkan babi tersebut setelah proses perizinan untuk mengeluarkan babi itu dikeluarkan dinas terkait. “Kita setuju Pak ini dikeluarkan, tapi kita lagi nunggu suratnya karena ini (babi) akan dibawa ke Jakarta,” sebut Edwin.
Mendengar alasan tersebut, Sekda menegaskan, hewan ternak babi harus dikeluarkan saat ini juga mengingat kondusi lingkungan setempat mulai tidak kondusif.
Sekda pun meminta untuk Satpol PP Kabupaten Bangka agar memonitoring proses pemindahan ternak babi tersebut. Kepada masyarakat Sekda meminta untuk tetap kondusif mengingat keputusan yang ia ambil merupakan keputusan final untuk peternakan tersebut.
“Pol PP saya minta pantau dan hari ini juga harus dipindahkan. Saya minta masyarakat tetap kondusif karena hari ini (Sabtu, 2/12) kita putuskan babinya dipindahkan dari lingkungan ini. Untuk itu, kita minta masyarakat untuk tidak anarkis,” ujar mantan Sekda Kota Pangkalpinang ini.
Mengenai permasalahan limbah yang diduga telah mencemari lingkungan sekitar, Sekda meminta pemilik peternakan tersebut untuk membersihkannya. Sehingga, bau yang timbulkan tidak mencemari lingkungan setempat lagi.
Ditambahkannya, Pemerintah Daerah pada umumnya tidak pernah melarang siapa pun melakukan usaha. Dengan catatan, tidak menimbulkan gejolak bagi masyarakat.
“Tapi kalau masyarakat sekitar terus bertanya ngomong segala macem, itu berarti masalah karena masyarakat sudah gaduh,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakapolsek Sungailiat, Iptu Joko menghimbau masyarakat untuk menghormati keputusan yang telah disepakati dengan menjaga keamanan lingkungan agar tetap kondusif. “Jadi ini pernyataan sudah jelas, komitmennya pemerintah dengan pemilik. Masyarakat juga harus menghormati karena untuk evakuasi ini tidak bisa dilakukan sekaligus, mohon untuk dimengerti,” himbau Wakapolsek Sungailiat.
Wakapolsek juga meminta pemilik untuk membersihkan limbah tersebut sehingga mengurangi bau dikeluhkan oleh masyarakat setempat.
Sedangkan Ketua DPRD Bangka, Parulian Napitupulu didampingi anggota Komisi C DPRD Bangka, Firdaus Djohan menegaskan, keputusan yang diambil merupakan keputusan final agar pemilik peternakan diwajibkan mengosongkan hewan ternak dan mengatasi masalah limbah yang ditimbulkan.
Atas keputusan tersebut, pemilik peternakan babi, Edwin dihadapan warga bersedia memindahkan semua hewan ternak dari lingkungan setempat ke tempat lain. Edwin juga berjanji akan membersihkan limbah dari peternakan babi itu.
Lurah Kenanga Yudhi menambahkan, kepala lingkungan setempat diminta untuk memantau proses pemindahan babi dan penyedotan limbah yang dikeluhkan warga ini.

Nyaris Sulut Emosi
Warga yang dijadwalkan bertemu dengan pemilik ternak babi CV Kenanga Jaya Farm (KJF) sempat bersitegang dengan seorang oknum anggota. Pasalnya sang oknum tersebut dianggap sempat menghalangi warga saat hendak masuk ke peternakan dalam jadwal pertemuan Sabtu pagi (2/12).
Ketegangan pagi itu bermula ketika puluhan warga Parit 7 Kelurahan Lubuk Kelik dan warga Air Kenanga Kelurahan Kenanga hendak masuk namun dihalangi. Warga pun sempat berupaya mendobrak pintu masuk peternakan babi CV KJF ketika oknum yang belakangan diketahui berinisial Re terus berupaya menghalangi. “Yang tidak berkepentingan dilarang masuk,” kata pria yang mengaku nama Re itu di hadapan warga.
Warga pun kompak menyatakan bahwa pertemuan dengan pemilik peternakan babi itu melibatkan semua warga yang hadir. Warga pun membalas pernyataan oknum tersebut dengan tegas menyatakan akan tetap masuk karena menyangkut masalah seluruh warga. “Ini warga ya, kenapa kamu melarang kami masuk. Kamu siapa, kamu siapa???” seloroh warga kepada oknum itu.
Beruntung ketegangan bisa direda setelah puluhan personil Polres Bangka bersama Satpol PP Bangka dibantu Babinsa setempat menenangkan warga. Warga yang mulai naik pitam ini pun urung melakukan aksi anarkis.
Salah satu warga setempat, Hendri menyatakan, oknum tersebut dinilai tak menghargai aspirasi warga setempat. Apalagi warga yang hadir sebagiannya adalah orang tua yang lebih tua dari oknum tersebut.
“Kalau dia tidak memperbolehkan warga masuk, berarti dia tidak menghargai kita. Kan yang hadir di sini orang tua semua. Kami datang ke sini dengan tertib, tapi dengan ulah dia warga sempat terpancing emosinya,” ujarnya.
Oknum atas nama Re ini pun lantas membantah tuduhan warga usai kejadian. Ia mengaku tidak merasa menghalangi warga untuk masuk ke peternakan.
“Bukan ngalangin, tadi kan saya yang buka. Cuma didorong,” sebut Re.
Ketika ditanya apa kapasitas dirinya berada di peternakan tersebut, ia mengaku hanya sebagai pekerja.
“Saya bukan siapa-siapa, tapi pekerja di sini juga,” tukasnya.
Pria yang belakangan diketahui seorang Perwira dan bertugas di Pangkalpinang ini diduga melakukan pengamanan pasca gejolak penolakan ternak babi oleh warga.
“Dia itu perwira dan saya kenal dengan beliau,” sebut salah satu anggota saat melakukan pengamanan di dalam lokasi peternakan tersebut. Lho?(trh)

 

 

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: