banner 728x90

Selamat, Menpar Arief Sabet Penghargaan Bergengsi Lagi

banner 468x60

 menpar

banner 300x250

JAKARTA – Nama Menpar Arief Yahya kembali berkibar di tingkat Asia. Majalah pariwisata ternama di Asia-Pasifik, Travel Weekly Asia, pada Selasa lalu (20/9) mencatat mantan direktur utama PT Telkom itu sebagai pemenang penghargaan kategori Asia Destination Marketing yang baru akan diserahterimakan pada 17 Oktober 2016 di Shisen Hanten, Mandarin Orchard Singapore.

Di dunia pariwisata, nama Travel Weekly Asia sudah sangat dikenal. Pembacanya jutaan. Publikasinya meliputi kawasan Asia Pasifik.

Saat menobatkan Kementerian Pariwisata sebagai pemenang terbaik Asia Destination Marketing (Organisasi Pariwisata Nasional), Travel Weekly Asia tak bekerja sendirian. Jutaan pembacanya yang sering travelling ke berbagai

penjuru dunia ikut dilibatkan untuk memberi  penilaian. Hasilnya, Kemenpar dinilai tepat menduduki gelar terbaik di Asia Destination Marketing 2016 itu.

“Selamat kepada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang menjadi pemenang terbaik Asia Destination Marketing oleh Travel Weekly Asia’s 2016 Readers Choice Awards. Penghargaan ini selalu menyajikan terbaik dari yang terbaik dalam industri pariwisata yang telah menyediakan layanan dan produk dalam satu tahun terakhir,” ujar Irene Chua, Group Publisher Travel Weekly Asia.

Penilaiannya pun sangat selektif. Setiap pemenang dari 46 kategori yang dinilai pembaca Travel Weekly Asia, dipilih dengan mempertimbangkan banyak hal. Hanya profesional atau industri pariwisata berprestasi luar biasa yang bisa masuk radar penilaian. Kementerian Pariwisata masuk dalam peta instansi berprestasi di Asia Pasifik.

“Melalui award ini, kami mengakui keunggulan bisnis Anda, kualitas luar biasa yang diwakili oleh brand Anda, dedikasi sepenuh hati dari staf Anda, yang terpercaya dan mendapat tempat dan loyalitas dari mitra Anda,” kata Irene Chua.

Perusahaan itu mungkin sudah mengamati kebijakan penting Kemenpar selama hampir dua tahun ini. Menpar Arief Yahya banyak menetaskan reputasi internasional dan membuat banyak terobosan di sepanjang 2015. Dari bidang pemasaran, pengembangan destinasi dan isdustri, hingga deregulasi dan kelembagaan, semua ditata dengan mengindahkan kepentingan industry dan masyarakat.

Di sisi pemasaran, Kemenpar berhasil menaikkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) hingga 10,3 persen menjadi 10,4 juta, dibandingkan tahun sebelumnya 9,4 juta. Dari sisi devisa, kontribusi wisman mencapai USD 11,6 Miliar. Sedangkan wisatawan nusantara mencapai USD 255 juta.

Sedangkan dalam pengembangan destinasi, Kemenpar cukup menggairahkan industri. Kemenpar mulai mengembangkan Top 10 Destinasi Prioritas.

Selain itu, Kemenpar juga sukses membentuk Badan Otorita Pariwisata dan proses pembentukan kawasan ekonomi khusus (KEK) Pariwisata baru.

Ada juga peningkatan Global Competitiveness Index dari World Economic Forum yang melejit dari peringkat di atas 140-an ke angka 47 dari 144 negara. Yang terakhir adalah keberhasilan membangun Indonesia Incorporated,

Dari sisi regulasi dan kelembagaan, ada kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) yang siap menyapa wisman. Selain itu, ada juga terobosan regulasi perahu pesiar atau yacht dengan pencabutan Cruising Application for Indonesian Territory (CAIT).

“Bisnis seperti Anda sangat membantu industri perjalanan hidup dinamis. Saya salut terhadap upaya Anda dalam mendorong industri, dan berharap orang lain akan terinspirasi untuk mengikuti jejak Anda,” kata Irene Chua.

Travel Weekly Asia juga menjadi pegangan para buyers karena reputasinya sudah mendunia dan terbukti sekian lama waktunya. “Karena itu, penghargaan ini menjadi sangat bernilai,” kata Nia Niscaya, Asdep Pengembangan Pemasaran Wilyah Eropa, Timur Tengah, Amerika, Afrika.

Lalu apa kata Menpar Arief Yahya yang sedang berada di Jenewa Swiss atas pernghargaan dari Travel Weekly Asia? “Terima kasih supportnya, terima kasih penghargaanya, tentu kami akan terus konsisten untuk menuju target 20 juta di 2019. Pekerjaan yang dipandang mimpi. Saya ingin mewujudkan mimpi itu menjadi kenyataan. Saya percaya, jika ingin menjadi pemain kelas dunia, harus berani menggunakan global standart. Dan Kemenpar RI terus mengkalibrasi menjadi global player,” kata Arief.(ara/jpnn)

Related Search

banner 468x60
author

Author: