banner 728x90

Sidang Perdana Kasus Penganiayaan Wartawan, Ivan Akui Pukul Disa

banner 468x60

//Rekannya Peson Mengiyakan
//Gara-gara Berita Eks Tambang

TANJUNGPANDAN – Irpan Sandra mengakui memukul Disa Aryandi saat kisruh di Kantor Harian Pos Belitung (Posbel), Selasa (29/9) lalu. Hal itu diungkapkan pria yang disapa Ivan saat sidang perdana di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Rabu (6/12), kemarin.
Dalam sidang kasus penganiayaan wartawan yang juga melibatkan terdakwa Darwin alias Peson, dipimpin Hakim Ketua Heriyanto didampingi Rino Adrian dan Andi Bayu Mandala Putera. Ada dua agenda dalam sidang tersebut. Pertama pembacaan dakwaan dan kedua mendengarkan keterangan saksi-saksi.
Di hadapan Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Belitung Tumpal Sitinjak membacakan dakwaan kedua terdakwa secara terpisah. Untuk Darwin alias Peson didakwa Pasal 335 Ayat 1 Ke 1 KUHP.
Sedangkan, Ivan didakwa Pasal 170 Ayat 2 Ke 1 KUHP. Sebab, Ivan saat peristiwa itu, diduga melakukan pemukulan terhadap Disa Aryadi. Hingga menyebabkan luka memar di bagian muka korban.
Pada sidang ini, Disa Aryandi dan Kamri menjadi saksi. Menurut pengakuan dari Disa, peristiwa ini berawal saat ia menulis berita tentang adanya dugaan pertambangan pasir ilegal di Eks Tambang Martapura, Air Kelubi, Kelurahan Lesung Batang.
Setelah beberapa hari berita tersebut turun, sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Wartawan yang tergabung dalam Perwabel mendatangi kantor Posbel. Disa yang mengetahui hal itu langsung menuju ke lokasi.
Setiba di lokasi, terjadilah perdebatan yang sangat sengit. Hingga akhirnya Peson mengebrak meja yang ada di kantor itu. Kaget dengan gebrakan itu, Disa langsung berontak. Namun, tetap melanjutkan diskusi tersebut.
Tak menemui titik terang, dan terbawa suasana emosi, Disa pun menyuruh puluhan dan wartawan itu keluar. Saat Disa hendak keluar, dia sempat ditahan oleh Peson. Hingga akhirnya terdoronglah ia keluar dari kantor Posbel.
Saat jatuh, Disa dikeroyok oleh sejumlah orang yang saat ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Belitung. Dan waktu itu, Ivan juga terlihat memukul Disa hingga beberapa kali. Hingga akhirnya Kamri melindungi Disa.
Senada juga diungkapkan Kamri. Saat kejadian, ia melihat Disa dipukuli oleh beberapa orang. Namun, dia tak tahu siapa nama-nama yang menyerang wartawan Posbel itu. Mengetahui anak buahnya dihajar, diapun menolong dengan cara melerai.
“Saat itu saya melihat sangat banyak orang. Sebelum pemukulan, kita sempat berdiskusi, namun berjalan cukup alot. Setelah itu, Disa datang tak selang lama terjadilah kasus pemukulan itu,” katanya.
Peson dan Ivan tak menampik keterangan kedua saksi ini. Menurutnya apa yang disampaikan Disa dan Kamri benar. “Betul yang mulia, apa yang dikatakan Disa dan Kamri,” ujar Ivan diiyakan Peson.(kin)

banner 300x250

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: