banner 728x90

Sidang Tuntutan Kasus DSP, Hakim Geram, 3 Kali Ditunda

banner 468x60

SIDANG DITUNDA – Kedua terdakwa kasus arisan online DSP, Destasi dan Alfajri duduk di bangku ruangan sidang di PN Tanjungpandan, Selasa (14/11) kemarin. Sidang terpaksa ditunda kembali, karena JPU Kejari belum siap materi tuntutan.

 

banner 300x250

//Jaksa Belum Siap Materi Tuntutan

TANJUNGPANDAN – Sidang tuntutan kasus penipuan berkedok arisan online DSP dengan terdakwa Destari Sulius Putra (DSP) dan suaminya Alfajar kembali ditunda. Sidang yang sedianya digelar Selasa (14/11) kemarin, diundur hingga pekan depan.
Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan yang diketuai Hj Adriah geram pun dengan penundaan sidang kasus arisan bodong yang merugikan ribuan orang nasabah tersebut. Pasalnya, sudah ketiga kalinya sidang yang mengagendakan tuntutan ini terus ditunda, dengan alasan belum siap materi tuntutan.
Hj Adriah meminta kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung Timur (Beltim) Kurniawan, agar segera dikoordinasikan dengan Kejaksaan Tinggi Negeri (Kajati) Babel, untuk segera menyelesaikan sidang tuntutan ini.
Sebab, hal itu akan mempengaruhi batas waktu sidang yang ditentukan. Selain itu, molornya sidang tuntutan ini juga berdampak terhadap proses penahanan bagi kedua terdakwa Alfajar dan istrinya Destari alias Yaya.
Menanggapi hal itu, JPU Kejari Beltim Kurniawan mengaku, penundaan sidang lantaran terkait masalah belum siapnya materi tuntutan untuk dibacakan . “Kami minta waktu beberapa hari untuk menyesaikan tuntutan itu,” katanya kepada Belitong Ekspres, kemarin.
Sebelumnya, Kejari Beltim mendakwa kedua terdakwa ini dengan pasal alternatif yakni Pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Junto Pasal 55 Ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.
Kedua yakni Pasal 46 Ayat 1 Junto Pasal 16 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan Junto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 Pidana.
Dan yang ketiga dan empat, yakni Pasal 372 KUHP dan Pasal 378 KUHP Junto Pasal 55 Ayat 1 Tentang Penipuan. Dalam kasus ini, total keseluruhan kerugian mencapai kurang lebih Rp10 miliar.
Sementara itu, Rocky SH Penasehat Hukum Destari dan Alfajar mengatakan, dirinya akan tetap mengikuti prosedur yang dilakukan JPU Kejari Beltim. Walaupun sidang yang mengagendakan tuntutan ini, sudah beberapa kali mundur.
Meski begitu, dia berharap agar sidang tersebut segera dilaksanakan secepatnya. “Tujuannya agar kita tau tuntutan itu. Sehingga, kami bisa menentukan langkah selanjutnya,” kata Rocky, kepada Belitong Ekspres. (kin)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: