banner 728x90

Sisa Anggaran Porprov Rp 1,5 Miliar

*Tak Terpakai, Terpaksa Dikembalikan  ke Kas Daerah
MANGGAR-Pelaksanaan Porprov IV Babel di Kabupaten Belitung Timur tahun 2014 lalu, ternyata menyisakan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar. Sisa anggaran tak terpakai baik dari KONI dan panitia pelaksana (Panpel) Porprov tersebut terpaksa dikembalikan ke kas Daerah.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Beltim, Zarkani yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Panpel Porprov IV Babel, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (6/2) kemarin.

“Yang pasti dari panitia pelaksana itu, kita kembalikan sebesar Rp 800 juta sekian. Itu masuk  kategori dana tidak terpakai. Sebab kita belanja itu tidak sesuai dengan proposal, tapi sesuai dengan kebutuhan,” jelas Wabup saat berbincang dengan awak media di ruang kerjanya.
Disinggung mengenai keterlambatan pencairan bonus atlet berprestasi pada ajang Porprov tersebut, Ia mengakui itu memang memang kesalahan pihak eksekutif. Pasalnya ada perubahan administrasi untuk pencairan anggaran bonus atlet.
Semula direncanakan akan melalui dana kegiatan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Beltim, tapi kemudian beralih dengan menggunakan dana hibah tahun 2015.

“Itu akan ada perubahan, memang sudah ada kemarin. Yang penting dana yang ada di Dispora tidak boleh di proses. Jadi langsung menggunakan dana hibah,” terang Zarkani.
Wabup kembali mengatakan, soal anggaran bonus atlet yang mengalami keterlambatan merupakan kesalahan dari pihak eksekutif, bukan pihak legislatif.  Sebab,  pada tanggal 10 Desember 2014 lalu, secara langsung ia mengikuti rapat Paripurna bersama anggota DPRD Beltim.
“Bukan DPRD yang diam, tapi kita-kita di sini (Pemkab-red) lah yang salah. Saat itu juga sempat konsultasi, mengenai pencairan anggaran itu menggunakan dana Dispora, ternyata tidak boleh. Perlu saya ingatkan ke bawah, ketika ada perintah seorang pemimpin, segera lah dikerjakan. Bukan didiamkan, kan akhirnya masalah mudah jadi dipersulit, ” tegasnya.
Mendengar hal itu, lanjut Zarkani pihak DPRD Beltim pun sedikit kebingungan. Zarkani tidak memungkiri, bahwa perlu ada surat pernyataan dari Bupati Beltim, mengenai pertanggung jawaban anggaran tersebut.

“Permintaan surat itu langsung saya sampaikan ke pak Bupati. Kata beliau (Bupati-red) oke. Eh tau-tau pas rencana awal rapat (Paripurna-red) pagi nya ada tim yang tidak hadir, jadi kita tunda. Jadi kita hanya lanjutkan rapat tentang prolekda,” paparnya.

Karena itu, Zarkani menyimpulkan bahwa yang tidak antusias dalam menyelesaikan persoalan ini adalah pihak eksekutif. Itu dikarenakan penyelesaian persoalan bonus atlet banyak menggunakan perintah lisan. (feb/yud).

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: