banner 728x90

SMKN1 Simpang Renggiang Terapkan Keahlian Agribisnis Produksi Pertanian

Kepala Sekolah dan para siswa memperlihatkan hasil Panen Jagung yang dihasilkan SMKN 1 Simpang Renggiang. Foto : ist

belitongekspres.co.id, SIMPANG RENGGIANG – SMKN1 Simpang Renggiang Kabupaten Belitung Timur (Beltim) adalah satu satunya sekolah menengah kejuruan yang ada di Pulau Belitung yang menerapkan keahlian Agribisnis Produksi Tanaman dan Agribisnis Produksi ternak. Sekolah yang berdiri sejak 2014 lalu, kini sudah banyak menghasilkan prestasi terutama di bidang pertanian dan bidang lainnya.

Belitong Ekspres pun sengaja mendatangi sekolah yang terletak di jalan Tengah Simpang Renggiang pada Sabtu (23/9) lalu. Kedatangan Belitong Ekspres mendapat sambutan baik dari Kepala SMKN1 Simpang Renggiang, Triyudo Hendro Sasangko, ST. Dia bercerita memang benar jika selama ini sekolah yang dipimpinnya itu menerapkan keahlian dibidang Pertanian.

“Sekolah kami ini kini sudah memasuki tahun ke tiga sejak berdiri pada tahun 2014 lalu. Dan sekarang sekolah kami memilki 3 konvetensi/Jurusan, pertama Agribisnis Tanaman pangan dan Holkitultura, Agribisnis Tanaman Perkebunan, dan Agribisnis Ternak Unggas,” ungkap Hendro sapaan akrab Kepala SMKN1 Simpang Renggiang, saat ditemui di ruang kerjanya.

Disampaikan Hendro, bahwa program di SMK selain mendapatkan pelajaran teori juga biasa memiliki program 3 bulan ditempatkan untuk Magang atau Praktek Kerja Lapangan (PKL). Kini, siswanya pun sudah melakukan hal tersebut yang dimulai sejak Juli 2017 lalu dan akan berakhir hingga akhir September mendatang.

“Dari PKL tersebut, siswa kami sudah banyak mendapatkan dan menghasilkan panen produksi tanaman perkebunan, yang ditempatkan di empat desa. Di antaranya Desa Simpang Tiga, Air Madu, Lintang dan Simpang Renggiang yang bergabung dengan kelompok tani dan penyuluh pertanian di setiap Desa tersebut. Dan Alhamdulillah semuanya berhasil menghasilkan panen yang lumayan didapatkan,” terang Hendro.

Disebutkan Hendro mereka baru baru ini berhasil mendapatkan hasil panen yaitu Jagung, sayur mayur yang siap dijual dan sesuai dengan nama Agribisnis pertanian. Selain itu, lajut Hendor mereka tidak hanya menempatkan siswa-siswinya di desa dan kelompok tani, tapi juga ditempatkan di perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk Magang.

Dalam program pendidikan berkarakter yang diterapkan di sekolah para pelajar diberi tanggung jawab untuk mengelola lahan. Nantinya lahan tersebut bisa dikelola hingga menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi dan juga sesuai dengan mata pelajaran yang mereka dapatkan di kelas.

“Selain panen kali ini pun menjadi bagian dari pelajaran yang berkesinambungan untuk bidang pertanian. Sehingga menjadi bahasan bagi anak didik yang mengikuti pelajaran dari kelas hingga ke lapangan. saya rasa dengan pola seperti itu anak anak tidak hanya menguasai praktek, namun juga menghasilkan masa depan yang produktif,” sebut Hendro.

Hendro berharap sekolah yang dipimpinnya sekarang akan lebih baik kedepannya. Karena, diakuinya saat ini memang masih membutuhkan segala sarana dan prasarana, baik itu alat praktek dan bangunan gudang, lahan pertanian (Untuk Praktek di sekitar Sekolah) dan lain sebagainya.

SMKN1 Simpang Renggiang selain berhasil di dunia pertanian, juga mempunyai prestasi di bidang olahraga, seni, bahasa dan bidang lainnya. Untuk diketahui saat ini sekolah yang menerapkan bidang pertanian memiliki siswa kurang lebih 192 orang. Sekolah ini hanya memiliki guru PNS 2 orang, yang dibantu Guru non PNS sebanyak 15 orang, ditambah staf TU 2 orang beserta 1 penjaga sekolah.

Hendro menambahkan, kedepan bukan tidak mungkin sekolah ini juga memiliki asrama untuk mereka (pelajar) yang berasal dari Kecamatan atau Kabupaten lain, untuk bertinggal di asrama tersebut. Namun saat ini, semuanya masih dalam perencanaan. Karena itu Hendro ingin semuanya bisa bersinergi dalam membangun arah perubahan yang lebih baik. (feb)

Related Search

Tags:
author

Author: