banner 728x90

Soal Babel Zero Tambang, Wagub Tidak Bisa klaim Sepihak

Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah

PERNYATAAN Wakiil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Abdul Fatah yang memastikan bahwa perairan wilayah Belitung dan Belitung Timur benar-benar zero tambang, dipatahkan oleh Fahmy Radhi.

Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gajah Mada (UGM) ini mengatakan, Wagub tidak bisa secara sepihak klaim kedua wilayah tersebut bebas zona tambang.

’’Keputusan zona tambang laut harus diputuskan bersama Pemerintah pusat, dan Kementerian ESDM,’’ kata Fahmy saat ditanya pendapatnya melalui pesan whatsapp, Rabu (24/10).

Lebih lanjut, Fahmy mengatakan, selama belum ada keputusan penghapusan zona dari Menteri ESDM, pengusaha tambang tetap mendasarkan pada zona laut 0-2 mil. ’’Keputusan Pemda tentang penghapusan zona laut tidak berlaku,’’ ucapnya.

Dari sisi ekonomi, Fahmy juga sepakat jika tambang timah masih menjadi penyumbang PAD terbesar untuk Babel. ’’Pengusahaan Tambang di Babel tidak hanya di laut, tetapi juga banyak tambang timah di darat. Ini akan memberikan kontribusi terhadap PAD Babel,’’ ujar Fahmy.

Berbicara soal kontribusi timah untuk PAD Babel, pernah disampaikan juga oleh Kepala BI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tantan Heroika, beberapa waktu lalu. Tantan bilang, sektor pertambangan timah tak bisa dilepaskan dari pertumbuhan ekonomi di Babel.

’’Kalau kita lihat hampir 35 persennya terkait dengan timah, karena industri pengolahannya itu, timah memang sebagian besar. Di pertambangan juga demikian. Artinya, memang postur saat ini, kontribusi timah masih besar dalam pembentukan perekonomian babel,” terang Tantan.

Berdasarkan data BI, pada Triwulan II-2018 pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung tumbuh sebesar 4,51% (YoY), atau membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yaitu 2,46% (YoY). Sektor pertambangan dan penggalian yang juga merupakan sektor penopang Produk Domestik Bruto Regional (PDRB) Bangka Belitung tumbuh sebesar 4,37% dibandingkan Triwulan I-2018.

Menurut Tantan, pada triwulan I dan awal triwulan II sektor pertambangan timah memang belum menunjukkan geliatnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya perizinan ekspor, cuaca buruk, dan harga yang stagnan.

’’Nah triwulan III dan IV timah akan lebih tinggi dari triwulan III dan IV tahun sebelumnya,” ujarnya optimistis.

Sebelumnya, Wagub Abdul Fatah memastikan pihaknya tidak akan mengkaver pertambangan laut di Belitung dan Belitung Timur, meski Perda Zonasi terkait hal ini belum disahkan. Hal ini disampaikannya setelah Pemprov Babel melakukan konsultasi teknis ke kementerian beberapa hari lalu.

’’Iya, betul Belitung bebas tambang laut,’’ kata Fatah usai rapat validasi RZWP3K secara tertutup di ruang rapat Tanjung Pendam, Belitung Timur, Selasa (23/10).

Dikatakan Fatah, apa yang dituangkan dalam draf raperda RZWP3K sudah mengakomodasi semua kepentingan dan aspirasi masyarakat.

’’Kami melihat landasan dari aspiarasi dan suara rakyat yang disampaikan ke bupatinya. Seperti Belitung Timur mengatakan Belitung Timur zero tambang laut dan itu sampai dibawa ke dalam paripurna DPRD, kemudian dari Bupati menyampaikan itu ke Pak Gubernur, kami menyerap itu. Begitu juga dengan di Belitung,’’ tuturnya.

Lalu, bagaimana dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang sudah dimiliki beberapa pengusaha swasta, termasuk BUMN? Fatah mengatakan, semuanya sudah ada diatur undang-undang, jadi tinggal diukur mana yang lebih tinggi. (*)

Related Search

Tags:
author

Author: