banner 728x90

Solar Dijual Rp 12 Ribu/Liter

banner 468x60

TOBOALI-Meski pemerintah hanya menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Rp 2.000 per liter. Namun, kondisi ini ternyata jauh berbeda di Kecamatan Lepar Pongok Kabupaten Bangka-Selatan (Basel). Pasalnya, para nelayan harus menanggung pembelian BBM berjenis solar di APMS seharga Rp 12.000,- per liter.
Demikian disampaikan oleh perwakilan nelayan Pulau Pongok, Kailani kepada Radar Bangka, Selasa (18/11) siang. Dengan demikian, kata dia, para nelayan pulau Pongok merasakan kenaikan BBM bukan lagi sebesar Rp 2.000,- melainkan mencapai kenaikan Rp 3.500. “Harga semula memang awalnya Rp 8.500 pemerintah kita taunya menaikkan harga Rp 2.000 saja, kok ini sampai Rp 3.500 naiknya,”ujar Kailani.
Kailani menyebutkan, jika harga Rp 12.000,- tersebut diperhitungkan untuk kenaikan ongkos transportasi angkutan BBM, pihaknya tidak mempermasalahkan, kendati menurut dia ongkos angkutan transportasi tersebut tidak seharusnya ditinggikan dengan melibatkan masyarakat. “Sekarang kenaikan ongkos itu sampai Rp 1.500,- per liter, naik sih boleh saja, tapi jangan tinggi-tinggi seperti itu. Yang wajar sajalah, kasihan kita nelayan kecil,”pungkasnya.
Sementara Wakil Bupati (Wabup) Belitung, Drs.H.Erwandi A Rani memastikan stock BBM bersubsidi yang ada di PT Pertamina Jober (Join Bersama) Tanjungpandan sejauh ini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Kalau untuk stock kita Insya Allah masih aman, karena pada prinsipnya kita masih menggunakan stock yang ada, soalnya kita juga menyuplai BBM itu perminggu. Ya kemungkinan juga BBM yang hari ini (kemarin-red) dipergunakan masih menggunakan BBM stock lama,”ucap Wabup kepada Radar Bangka singkat, Selasa (18/11) kemarin.
Selain Wabup, Kepala PT Pertamina Tanjungpandan, Evan Rey juga memastikan bahwa stok BBM untuk di wilayah Pulau Belitung sejauh ini masih terbilang aman. Sebab selain kini pihaknya masih melakukan bongkar muat terhadap kapal pengangkut BBM.
Evan Rey juga memastikan bahwa kapal pengangkut BBM lainnya saat ini masih mengantri untuk merapat ke pelabuhan Jober guna melakukan bongkar muat kembali.”Untuk stok kita aman, hanya posisi tinggal menunggu kedatangan kapal saja. Kita masih menunggu antrian kapal merepat, ini sudah bongkar next ada lagi kapal dibelakangnya dan siap merapat,”kata Evan Rey.
Mengenai hari pertama kenaikan harga BBM bersubsidi, dikatakan Evan, dalam pelaksanaanya tidak ada persoalan yang mencuat di Belitung, hanya saja kendala yang dihadapi oleh pihaknya dalam penerapan di masyarakat yaitu berbentuk sistem. “Tidak ada masalah, kendala kita hanya sistem itu saja,karena kemarin ada mentened untuk sistem kita di Pertamina. Kalau stok kita yang lama ini untuk tiga hari kedepanlah,” ujarnya seraya menambahkan, kenaikan hanya terjadi pada premium dan solar sementara Pertamax dan Solar Dex (Non Subsidi) tetap normal.
“Masih aman semua lah. Permintaan SPBU juga walaupun BBM bersubsidi naik tetap tidak ada penurunan atau kenaikan, normal seperti biasalah,”tukasnya.(tas)

banner 300x250

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
author

Author: