banner 728x90

Sosialisasi Keimigrasian & Pengawasan Terhadap Orang Asing Sangat penting

Foto bersama usai pembukaan Sosialisasi Keimigrasian Pengawasan Keimigrasian dan Tim PORA di wilayah Kabupaten Belitung, Kamis (14/03).

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Kantor Imigrasi kelas II TPI Tanjungpandan menggelar Sosialisasi Keimigrasian Pengawasan Keimigrasian dan Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) di wilayah kabupaten Belitung.

Kegiatan ini dibuka Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie di ruang pertemuan Restoran Pandan House, Tanjugpandan, Kamis (14/03).

Kepala Kantor Imigrasi kelas II TPI Tanjungpandan Dewanto Wisnu Raharja mengatakan, kegiatan ini sama seperti sosialisasi ketika di Belitung Timur (Beltim) kemarin, yang intinya pengawasan terhadap orang asing sangat penting.

“Terkaitan kegiatan sosialisasi keimigrasian ini, prinsipnya bahwa pengawasan sangat penting,” kata Dewanto.

Dewanto menjelaskan untuk pengawasan orang asing yang ada di Belitung ini, diperlukan sinergitas antara beberapa pihak terkait.

“Terkait pengawasan orang asing khususnya di wilayah Belitung ini, kami perlu sinergi dengan instansi. Karena pengawasan itu menjadi tanggung jawab kita bersama,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan segera membentuk tim pengawasan orang asing hingga ke tingkat kecamatan. “Kedepannya kami akan membentuk tim pengawasan orang asing (Tim PORA) sampai tingkat kecamatan,” ujarnya.

Selanjutnya setelah Timpora se pulau Belitung ini terbentuk, mereka akan dikukuhkan di Kantor Imigrasi kelas II TPI Tanjungpandan.

Adapun pengukuhan Tim PORA ini diperkirakan bulan akhir Maret nanti, dan dilakukan oleh kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Babel.

“Untuk pengukuhannya akan kita laksanakan dan dipusatkan di Belitung. Kita akan mengundang 12 camat itu, dari Belitung Timur 7 kecamatan, dari Belitung 5 kecamatan,” jelasnya, Dewanto.

Lebih lanjut Dewanto menuturkan setelah Tim PORA terbentuk dan dikukuhkan, mereka akan mengadakan beberapa tahapan kegiatan rapat, hingga menggelar operasi bersama nantinya.

“Setelah mengukuhan nanti, setiap tahapan selanjutnya, kita tentu adakan rapat dulu, rapat Tim PORA bersama. Setalah itu ada informasi tentang keberadaan orang asing yang perlu kita waspadai, perlu turunkan bersama, kita akan operasi bersama,” pungkasnya.

Sementara itu Wakil bupati Belitung Isyak Meirobie mengatakan, sosialisasi Pengawasan Keimigrasian dan Tim PORA Tahun 2019 yang dilakukan Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II TPI Tanjungpandan di Wilayah Kabupaten Belitung sangat positif.

“Karena Belitung ini kan gerbangnya sudah dibuka lebar-lebar. Jendelanya dibuka lebar-lebar. Jadi wisawatan asing, pekerja asing, profesional dari asing juga bisa masuk dengan berbagai cara dan upaya,” katanya usai membuka kegiatan sosialisasi tersebut.

Menurutnya, tujuan kegiatan ini sebenarnya supaya organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparat pemerintah daerah, semua bersinergi.

Mereka berintegrasi untuk bisa memperkuat deteksi dini, kira-kira keberadaan orang asing itu sudah memenuhi syarat atau tidak. Apalagi sampai menetap.

“Kemudian, bagaimana aturan yang melekat, sudah terlaksana atau belum. Untuk itu, saya mengapresiasi Pak Kadiv dan Pak Kakanim Kelas II TPI Tanjungpandan. Pemda akan support full,” ucapnya.

Isyak Meirobie mengatakan, saat ini jangan hanya bicara sebuah semangat untuk mendatangkan orang asing ke Belitung.

Namun, persiapan yang lain-lainnya juga harus diberlakukan. Seperti infrastruktur, sarana dan prasana lainnya. Serta, bagaimana secara sistematis mengendalikan dan mengawasinya.

“Deteksi dini sangat penting, jangan nanti sudah datang puluhan ribu orang, menyebar dimana-mana bekerja, masyarakat ribut. Mereka merasa tersisihkan, termajinalkan.

Karena itu, pemahaman ini harus disampaikan oleh Bu Lurah, Pak Lurah, Pak Kades dimana-mana, melalui RT-RT. Jangan tahu, tapi hanya diam sendiri, harus disampaikan ke bawah,” pungkas Wabup.

Sementara itu Kadiv Imigrasi Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Bangka Belitung Eko Budianto menuturkan, sebagaimana dipahami bersama, globalisasi terbuka atau iklim investasi terbuka tidak bisa dielakkan.

Di sisi lain, jumlah sumber daya manusia (SDM) Imigrasi terbatas, termasuk infrastuktur dan anggarannya. Untuk itu, Tim PORA sebagai strategi. Prinsip mekanisme kerjanya adalah operasi gabungan dan operasi insidentil serta pertukaran data.

“Kalau ini kemudian diefektifkan, dalam pelaksanaan di lapangan, saya yakin, Tim PORA dapat meminimalisir isu pelanggaran orang asing.

Terutama terkait dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus. Namun jika dioptimalkan oleh kepala kantor. Dan segera melakukan tindaklanjut dengan melakukan komunikasi yang aktif dengan instansi-instansi terkait,” ucapnya. (dod)

Related Search

Tags:
author

Author: