banner 728x90

SPBU ‘Ngaku’ Kecolongan, Ah Apa Iya?

// Satu Korban Luka Bakar 80 Persen
// Cecep: Kita Tegas, Tidak Boleh Mengerit!
// Kapolres: Kita Lihat Tadi Ada Jerigen

STASIUN Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24 331 102, Jalan Ahmad Yani kemarin, Selasa (7/8) siang sekitar pukul 12.25 WIB, geger. Api tiba-tiba muncul dari mobil Kijang Grand BN 2089 LP yang diduga sedang mengerit.

Sebanyak empat mobil pemadam kebakaran dari Pemkot Pangkalpinang, satu unit mobil damkar PT Timah dan satu unit mobil damkar Polda dikerahkan untuk memadamkan api. Selain mobil damkar petugas juga berupaya memadamkan api dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Berat (APAB).

IRONISNYA, menanggapi musibah ini pihak SPBU ‘hanya’ mengaku ‘kecolongan’ atas adanya warga mengisi menggunakan jerigen?

GM Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24 331 102 Jalan A Yani, Raden Suyitno alias Cecep mengaku kecolongan ada mobil membawa jerigen untuk mengerit. Sebelumnya, ada kejadian mobil meledak di SPBU Jalan A Yani, Selasa (7/8) siang. Sesuai SOP katanya, pihaknya terus mewanti-wanti melarang kalau ada mobil yang membawa jerigen untuk mengisi bahan bakar.

Cecep juga mengaku terus memantau kondisi para pembeli bahan bakar minyak di SPBU. Soal menanyakan pembeli mengerit menurut dia tidak etis dilakukan petugas. Namun dia memastikan sesuai imbauan dari Polda dan Pertamina pihaknya tidak menerima pengerit di SPBU mereka.

“Tiap isi saya pantau juga. Tapi mobil itu tadi tidak bisa kita lihat, karena kacanya gelap. Kami ini dalam pelayanan SOP, sapa senyum dan lain-lain. Mengarah ke ngerit tidak etis untuk ditanyakan. Diluar pengetahuan kami yang jelas. Kita kecolongan kalau soal ada jerigen di mobil itu,” jelasnya kepada wartawan.

Dia juga tidak standby dalam melakukan pengawasan di SPBU tersebut. Namun diyakini, jerigen-jerigen di dalam mobil tersebut tidak diisi bahan bakar dari SPBU Pasar Pagi itu. Aturan SPBU tegas tidak menerima pembeli yang mengerit bahan bakar.

“Setiap saat tidak di lapangan, kita tidak tahu mereka isi dari mana, kita kurang tahu. Aturan kita keras, tidak boleh ada yang ngerit disini,” ungkapnya.

Lebih jauh, melihat dari unit POM yang terkena kobaran api, mereka mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Operasional akan dihentikan untuk sementara waktu, serta mencari solusi seperti apa. Tiga pompa masih aman, dan tidak terkena pengaruh ledakan mobil tersebut.

“Setiap saat kita pantau mobil ngerit, Insya Allah tidak ada. Kalau ada saya pecat langsung petugas kita. Bukan membela diri bukan membela anak buah saya, tapi memang kita tegas tidak boleh mengerit disini,” katanya.

Petugas SPBU juga katanya tidak mengisi di jeriken mobil, melainkan di lubang pengisian bahan bakar mobil tersebut. “Saya jamin, kami minta bantu pantau kalau ada tolong laporkan langsung,” tukasnya.

Penyebab kejadian disinyalir terjadi karena konsleting listrik mobil, pompa masih aman dan tidak terbakar sama sekali. “Dia mengisi premium. Kesalahan di mobil, baru berapa liter ada letupan di mobil. Tidak sampai sana CCTV-nya jadi kita tidak tahu penyebab pasti,” tutupnya.

Duar! Api pun Berkobar

Sementara itu, kebakaran yang terjadi, dari keterangan saksi mata tak jauh dari lokasi, Yoki, menyatakan terjadi secara tiba-tiba. Mobil yang sedang mengisi bahan bakar mengeluarkan asap tebal. “Untuk persisnya kejadian seperti apa saya tidak tahu, tapi setelah mendengar warga teriak ada mobil keluar asap di SPBU. Tidak lama kemudian langsung meledak dan terbakar,” akunya.

Kapolres Pangkalpinang, AKBP Iman Risdiono Septana yang turun langsung ke lokasi kejadian mengomandoi anggotanya menyatakan untuk penyebab kejadian tersebut masih dilakukan penyelidikan. “Korban dari pantauan kita ada dua orang, satu yang ada di mobil dan satu lagi pemadam kebakaran. Untuk penyebabnya kita masih melakukan penyelidikan. Kita lihat tadi memang ada jerigen, tapi untuk apanya kita masih lakukan penyelidikan,”ungkapnya kepada sejumlah wartawan.

Kapolres belum bisa memastikan jenis bahan bakar apa yang ada di dalam jerigen tersebut. Sehingga api baru padam setelah mobil digerek ke tengah jalan untuk dipadamkan. Sekitar pukul 13.35 WIB api di mobil tersebut baru bisa dipadamkan.

“Jenis bahan bakarnya belum kita lihat, harus kita tes dulu bahan bakarnya. Dengan adanya kejadian ini, pihak kepolisian akan melakukan razia pengerit agar kejadian tak terulang,” tukasnya.

Sementara, Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Rasdian Setiadi mengatakan korban langsung dibawa ke RS terdekat. Penyidikan lebih lanjut diserahkan kepada pihak kepolisian. Kerugian belum bisa di taksir, tapi kemungkinan cukup besar.

“Kita terima laporan habis Dzuhur, pada saat kesini sudah kejadian sudah terbakar. Kita dari damkar langsung berusaha memadamkan api tersebut. Armada damkar 4 dibantu Polda satu unit, PT Timah satu unit, sisanya alat tradisional APAR dan APAB. Damkar bagaimana berupaya memadamkan api secepatnya,”urainya.

Terpisah, Dr Arif ketika menangani korban menjelaskan Ade Kurniawan (18) yang merupakan kenek mobil tersebut mengalami luka bakar 80 persen. Menurut dia perlu 10 ribu CC cairan karena korban mengalami dehidrasi. Sementara dua korban lain, yakni sopir mobil Rachmat Kurniadi (33) dan petugas damkar Dino hanya mengalami luka ringan dan sedang karena terkena jilatan api.

“Kondisi pasien masuk grade 3, 80 persen luka bakar, ancaman gagal ginjal. Api juga sempat terkena kornea mata kiri korban. Terkena luka bakar seluruh tubuh, kecuali bokong, kemaluan, leher dan wajah,”jelas Dr Arif.

Korban segera diberikan obat berupa cairan agar mengurangi dehidrasinya setelah terbakar api. Butuh cairan 10 ribu CC perhari untuk menyelamatkan kondisi korban.

Dari informasi yang didapat, sopir dan kernet mobil Kijang Grand tersebut merupakan warga Desa Permis, Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan. Saat ini keduanya tinggal di asrama Kodim 0413 Bangka no 251 Jalan Sungai Selan, Pangkalpinang.(tob)

Related Search

Tags:
author

Author: